Archive for November, 2008

hadits 2

HADITS SEBAGAI MEDIA DAKWAH DAN KONSELING

BAB I
PENDAHULUAN

HADITS ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.Posisi hadits dalam Islam ialah sebagai sumber hukum kedua, karena dijadikan sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran kedudukan dan eksistensi hadits sangat diperlukan, keshohihan suatu hadits juga sangat penting untuk diperhatikan, karena itu merupakan tolak ukur bahwa hadits itu benar-benar berasal dari nabi SAW serta diriwayatkan sesuai sanad dan matannya.
Dalam menyampaikan dakwah serta seruan kepada ummat untuk mengajak kepada kebaikan  seorang penyeru harus berdasarkan Al-Quran dan Hadits, namun penyampaian seruan tersebut hendaknya dikemas semenarik mungkin sehingga diharapkan ummat tidak merasa bahwa Islam agama yang seram dan mengekang namun agama yang indah serta menjadi Rahmtallil Alalamin

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Hadits, Dakwah dan Konseling
Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.
Dakwah ialah suatu aktifitas atau kegiatan yang bersifat menyeru atau mengajak kepada orang lain untuk mengamalkan ajaran islam, proses tersebut dilakuakn secara sadar dan sengaja serta dpat dilakukan dengan berbagai cara atau media.
Konseling : proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.
B.    Hadits tentang Ibadah
Hadits tentang sholat lail menghapus dosa :
عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال : قلت يا رسول الله أخبرني عن عمل يدخلني الجنة و يباعدني عن النار ؟ قال - لقد جئت تسأل عن عظيم وإنه ليسير على من يسره الله تعالى عليه : تعبد الله لا تشرك به شيئاً وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت , ثم قال : ألا أدلك على أبواب الخير ؟ الصوم جُنة والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار , وصلاة الرجل في جوف الليل ثم تلا - تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون*فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونََ - ]السجدة16-17]… ثم قال ألا أخبرك برأس الأمر وعموده وذروة سنامه ؟ - قلت : بلى , يا رسول الله قال ” رأسٍ الإسلام , وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد ” ثم قال : ألا أخبرك بملاك ذلك كله ؟ ” فقلت ك بلى يا رسول الله , فأخذ بلساني وقال - كف عليك هذا - فقلت : يا نبي الله , و إنا لمؤاخذون بما نتكلم ؟ فقال- ثكلتك أمك , وهل يكب الناس في النار على وجوههم - أو قال - على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم ؟! - رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح
Artinya :  Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah”. Kemudian beliau bersabda : “Inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca ayat : “Tatajaafa junuubuhum ‘an madhaaji’… hingga …ya’maluun“. Kemudian beliau bersabda: “Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?” Aku menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda : “Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad”. Kemudian beliau bersabda : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” (HR. Tirmidzi, ia berkata : “Hadits ini hasan shahih)
[Tirmidzi no. 2616]
Keterangan :
Sabda beliau “engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala”, maksudnya bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah kemudian diberi petunjuk untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan agama secara benar, yaitu menyembah kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukan-Nya dengan yang lain.
Kemudian sabda beliau “mengerjakan shalat”, yaitu melaksanakannya dengan cara dan keadaan paling sempurna. Kemudian beliau menyebutkan syari’at-syari’at Islam yang lain, seperti zakat, puasa dan haji.
Kemudian sabda beliau “inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai”, maksudnya adalah selain puasa Ramadhan, karena puasa yang wajib telah diterangkan sebelumnya. Jadi, maksudnya ialah banyak berpuasa sunnat. Perisai maksudnya ialah puasa itu menjadi tirai dan penjaga dirimu dari siksa neraka.Kemudian sabda beliau “shadaqah itu menghapuskan kesalahan”. Maksud shadaqah di sini adalah zakat. Sabda beliau “shalat seseorang di tengah malam”.
Kemudian beliau membaca ayat :
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَفَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”.
(QS.As-Sajadah32:16-17)

Maksudnya orang yang shalat tengah malam, dia mengorbankan kenikmatan tidurnya dan lebih mengutamakan shalat karena semata-mata mengharapkan pahala dari Tuhannya, seperti tersebut pada firman-Nya : “Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah sangat membanggakan orang-orang yang melakukan shalat malam di saat gelap dengan firman-Nya dalam sebuah Hadits Qudsi : “Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku. Aku persaksikan kepada kamu sekalian (para malaikat) sungguh Aku sediakan untuk mereka negeri kehormatan-Ku”.

Sabda beliau : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengumpamakan perkara ini dengan unta jantan dan Islam dengan kepala unta, sedangkan hewan tidak akan hidup tanpa kepala.
Kemudian sabda beliau “tiang-tiangnya adalah shalat”. Tiang suatu bangunan adalah alat penyangga yang menegakkan bangunan tersebut, karena bangunan tidak akan dapat berdiri tegak tanpa tiang.
Sabdanya “puncaknya adalah jihad”, artinya jihad itu tidak tertandingi oleh amal-amal lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ia berkata bahwa ada seseorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata : “Tunjukkan kepadaku amal yang sepadan dengan jihad”. Sabda beliau : “Tidak aku temukan”. Kemudian sabda beliau : “Adakah engkau sanggup masuk ke dalam masjid, lalu kamu melakukan shalat Lail tanpa henti dan puasa tanpa berbuka selama seorang mujahid pergi (berperang)?” Orang itu menjawab : “Siapa yang sanggup berbuat begitu!” Sabdanya : “maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”, maksudnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menggalakkan dia pertama kali untuk berjihad melawan orang kafir, kemudian dialihkan kepada jihad yang lebih besar, yaitu jihad melawan hawa nafsu, menahan perkataan yang menyakitkan atau menimbulkan kerusakan karena sebagian besar manusia masuk neraka karena lidahnya.
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Penjelasannya telah ada pada Hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata baik atau diam”.
Demikian juga pada Hadits lain disebutkan :
“Barang siapa memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua bibirnya dan apa yang ada di antara kedua pahanya, maka aku jamin dia masuk surga”
C.    Hubungan Hadits dengan Dakwah dan Konseling
Dalam hadits diatas telah disebutkan dengan jelas bahwa ibadah yang terdapat dalam lima konsep rukun Islam adalah ibadah yang dapat memudahkan seseorang menuju kesurga, namun terdapat ibadah-ibadah lain yang juga disebutkan oleh rasullloh pada hadits tersebut yaitu puasa (sunnah) sebagai perisai diri dan pelindung dari api neraka, shodaqoh serta sholat malam sebagai penghapus kesalahan, pokok amal ibadah sebagai tiangnya ialah sholat serta puncaknya adalah jihad dijalan Allah SWT. Kunci untuk mendapatkan semua itu ialah dengan menjaga Lidah (bibir).
Jika hadits tersebut ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan dakwah dan konseling maka akan didapatkan anjuran dakwah yang ideal bagi seorang muslim yang mencari ridho Allah SWT sebagai tujuan hidupnya, anjuran melakukan dengan baik dan benar lima rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu yakin dengan keberadaan Allah SWT, menjalankan sholat dengan sebaik-baiknya, mengerjakan puasa, memberikan zakat serta berangkat haji kebaitulloh. Dapat memudahkan seseorang masuk surga serta mendapat ridho Allah SWT.
Pada konsep konseling melakukan semua amal ibadah yang terdapat dalam hadits tersebut ternyata dapat menjadi obat bagi penyakit jiwa atau gangguan mental hal ini telah dibuktikan oleh pakar-pakar terapi modern seperti yang disampaikan oleh bapak Arry Ginandjar dalam bukunya ESQ dengan lima rukun islam sebagai pilarnya serta yang terdapat dalam karya ilmiah dari Ibu Nurjanah yang berjudul Tiga Kerangka Kesehatan Mental Islam, tiga kerangka tersebut ialah pendekatan iman, dengan meyakini sepenuh hati tentang keberadaan dan kEsaan Allah SWT maka seseorang dapat manerima kenyataan pada hidupnya, konsep kedua yakni dengan pendekatan Islam, dengan menggunakan lima rukun islam sebagai bentuk terapi, syahadat sebagi terapi lisan, sholat sebagai terapi lisan dan anggota badan, zakat sebagai terapi pengendalian materi, puasa sebagai terapi pengendaliannafsu dan haji sebagai terapi paripurna atau integrated. Yang terakhir adalah pendekatan ihsan.
Pada selanjutnya rasulloh menyebutkan pintu-pintu kebaikan ialah shodaqoh, puasa serta sholat malam, menurut konseling konsep puasa merupakan konsep pengendalian diri dan hawa nafsu yang sangat baik, hal ini juga sesuai dengan konsep islam, konsep shodaqoh merupakan konsep untuk berbagi, menuntut diri sendiri untuk dapat mengeluarkan harta yang dicintai untuk orang lain, serta konsep sholat malam, keberadaan sholat yang dikerjakan pada malam hari merupakan bentuk konsep terapi yang baik untuk seseorang karena pada saat itu kondisi tenang, banyak orang tertidur lelap sehingga dapat memfokuskan konsentrasi hanya untuk beribadah.

BAB III
PENUTUP

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.
Jika hadits tersebut ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan dakwah dan konseling maka akan didapatkan anjuran dakwah yang ideal bagi seorang muslim yang mencari ridho Allah SWT sebagai tujuan hidupnya, anjuran melakukan dengan baik dan benar lima rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu yakin dengan keberadaan Allah SWT, menjalankan sholat dengan sebaik-baiknya, mengerjakan puasa, memberikan zakat serta berangkat haji kebaitulloh. Dapat memudahkan seseorang masuk surga serta mendapat ridho Allah SWT.
Pada konsep konseling melakukan semua amal ibadah yang terdapat dalam hadits tersebut ternyata dapat menjadi obat bagi penyakit jiwa atau gangguan mental hal ini telah dibuktikan oleh pakar-pakar terapi modern seperti yang disampaikan oleh bapak Arry Ginandjar dalam bukunya ESQ dengan lima rukun islam sebagai pilarnya serta yang terdapat dalam karya ilmiah dari Ibu Nurjanah yang berjudul Tiga Kerangka Kesehatan Mental Islam.

No comment »

penelitian

INTELEGENSI REMAJA DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

Abstraksi
Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mempelajari intelegensi remaja dalam menghadapi era globalisasi, serta menjelaskan secara teoritik tentang intelegensi.
Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif, kualitatif, sehingga dalam laporan hasil penelitian diungkapkan secara apa adanya dalam bentuk uraian naratif. Serta peneliitian ini menggunakan pendekatan psikologi untuk mekaji hal yang menjadi pokok pembahasan.
Kesimpulan tentang pembahasan intelegensi remaja dalam menghadapi era globalisasi ialah remaja harus dapat menyiapkan diri secara penuh dalam mengahadapi era globalisasi, karena globalisasi tidak hanya memiliki dampak positif saja namun juga memiliki dampak negatif serta Remaja sebagai bibit potensial untuk membangun bangsa pada masa depan harus bisa memilih dan memilah apa yang baik dan yang buruk untuk diri serta kehidupannya agar dapat menjadi harapan bangsa.

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Judul Laporan
Laporan ini berjudul “Intelegensi Remaja dalam Menghadapi Era Globalisasi”.

B.    Latar Belakang Masalah
Cepatnya arus informasi dan semakin majunya tehnologi sekarang ini yang dikenal dengan era globalisasi memberikan bermacam-macam dampak bagi setiap kalangan masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali remaja. Tehnologi seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, disatu sisi berdampak positif tapi di sisi lain juga berdampak negatif.
Dampak positif dari tehnologi pada era globalisasi adalah semakin mudah dan cepatnya arus informasi yang bisa  didapat oleh masyarakat, saat  ini jarak antar benua didunia sudah tidak ada. Informasi dipelosok Indonesia dengan mudah dan cepat bisa diketahui oleh orang-orang di Amerika begitu pula sebaliknya, semakin canggihnya fasilitas saat ini sehingga dapat memanjakan konsumen yang membutuhkan. Tidak hanya itu saja, saat ini alat komunikasi tidak hanya berpatokan dengan telpon rumah seperti empat lima tahun yang lalu, namun bisa menggunakan handphone yang dapat dibawa kemana-mana, handphone pun tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi tetapi juga sudah di fasilitasi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti kamera, mp3 player, dll.
Namun tehnologi yang didapat masyarakat tidak hanya membawa dampak positif saja, tetapi juga membawa dampak negatif, dampak negatif ini dapat dilihat seperti banyaknya penyalah gunaan internet, internet yang semestinya digunakan untuk mencari informasi seluas-luasnya namun ada yang mengakses hanya untuk membuka situs porno dan vulgar, masalah ini saat ini sampai Negara RI ikut menggulangi dengan memblokir seluruh situs yang menampilkan hal-hal yang berbau porno dan vulgar, baik itu berupa gambar, video, animasi, maupun cerita-cerita porno yang mampu membuat pembacanya mengkhayal tidak jelas, contoh penyalahgunaan tehnologi yang membawa dampak negatif adalah penyalah gunaan fasilitas handphone seperti video porno yang direkam lewat kamera handphone.
Masa remaja pada diri manusia adalah masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa, pada masa ini kondisi kejiwaan seorang individu cenderung tidak stabil, setiap saat berubah-ubah bahkan tanpa ada pengaruh sedikit pun dapat berubah. Pada masa ini individu berusaha mencari jati diri dan pendirian, hal ini juga dilakukan dengan mencoba hal-hal yang baru dikenal, karena hal tersebut banyak remaja tidak dapat melewati masa dengan baik sebab gagal pada masa tersebut, banyak yang menjadi pecandu narkoba, hamil diluar nikah, tindakan kriminal, dll.
Karena hal tersebut dalam melewati masa remaja seorang individu diharapkan memiliki pendamping yang dapat membimbing dan mengingatkan pada setiap perilakunya, disamping itu intelegensi seorang individu juga dibutuhkan dalam melewati masa ini.
C.    Pembatasan Masalah
Dalam karya ini hanya akan dibahas tentang intelegensi remaja dalam menghadapi era globalisasi. Tinjauan psikologis menjadi fokus penulisan karya ini, sebagai upaya untuk mempelajari proses perkembangan kejiwaan remaja dalam menghadapi era globalisasi.

D.    Metode Penelitian
Sesuai dengan judul penelitian yang membahas masalah sosial, maka dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode deskriptif, kualitatif, sehingga dalam laporan hasil penelitian diungkapkan secara apa adanya dalam bentuk uraian naratif.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Istilah
Inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses
berpikir rasional itu.
Remaja adalah : Mulai dewasa, sampai umur untuk kawin. Globalisasi Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial,  atau proses sejarah,  atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
B.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intelegensi
Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat integensi seseorang individu ada dua, yaitu :
1.    Faktor bawaan atau keturunan
Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 - 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 - 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.
2.    Faktor lingkungan
Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.
C.    Pengaruh Positif-Negatif dari Globalisasi
Pengaruh positif Globalisasi
·    Pada bidang globalisasi, teknologi berkembang pesat. Baik teknologi informasi, komunikasi, maupun transportasi. Sehingga orang dapat berhubungan melewati batas-batas negara.
·    Pada bidang Sosial-Budaya, karena transportasi manusia dapat bergerak dinamis dalam bermigrasi, oleh karena itu kadang-kadang terjadi akulturasi budaya.
Pengaruh negatif Globalisasi
·    Pada bidang teknologi terjadi penyalah gunaan funsi teknologi untuk hal-hal yang melanggar norma, seperti video porno yang direkam via handphone, atau kasus penipuan via internet.
·    Pada bidang Sosial-Budaya, eksistensi kebudayaan lokal suatu daerah terancam akan budaya baru yang terkesan lebih modern, seperti semakin jarang dikenalnya kebudayaan daerah dan pakaian adapt

D.    Jenis-jenis potensi Integensi
Menurut Howard Gardner, jenis-jenis potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut.
1.    Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
2.    Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
3.    Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
4.    Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
5.    Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
6.    Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seserang motivator dan fasilitator.
7.    Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi(merenung) dan keseimbangan diri.
8.    Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal alam, flora dan fauna dengan baik.
9.    Intelegensi eksistensial, kemampuan seseorang menyangkut kepekaan menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup, mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.

BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan dalam pembahasan mengenai Intelegensi Remaja dalam Menghadapi Era Globalisasi, antara lain :
1.    Remaja dalam menghadapi harus memilki kematangan dalam hal intelegensi, karena globalisasi tidak hanya berdampak positif saja namun juga memiliki dampak negatif.
2.    Faktor yang mempengaruhi intelegensi seseorang ada dua, yakni faktor keturunan dan faktor lingkungan.
3.    Menurut Howard Gardner jenis-jenis intelegensi ada sembilan, yakni : Intelegensi linguistik, Intelegensi matematis-logis, Intelegensi ruang, Intelegensi kinestetik-badani, Intelegensi musikal, Intelegensi interpersonal, Intelegensi intrapersonal, Intelegensi naturalis, dan Intelegensi eksistensial.
4.    Remaja sebagai bibit potensial untuk membangun bangsa pada masa depan harus bisa memilih dan memilah apa yang baik dan yang buruk untuk diri serta kehidupannya agar dapat menjadi harapan bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

David Wechsler,  2006, Intelegensi sebagi tolak ukur manusia. Jakarta : Gramedia.
W.J.S Peorwadarminta,1985, Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 1985
Anonim, Definisi Globalisasi, www.wikimedia Indonesia.com, diakses 12 Mei 2008
F.J Monks, A.M.P Knoers, Siti Rahayu Haditono, 1994, Psikologi Perkembangan. Yogyakarta  : Gajah Mada University Press.
Saifudin Ma’arif, 2004,  Agama Sebagai Terapi Jiwa. Bandung :PT Remaja Rosda Karya.

Comments (2) »

hadits

MUNAFIK

(Dalam Kajian Al-Hadits dan Al-Quran)

BAB I

PENDAHULUAN

Islam merupakan agama yang dibawa oleh rasululloh Muhammad SAW, agama ini turun dimuka bumi kurang lebih empat belas abad yang lalu ditengah hiruk pikuk kejahiliyahan masyarakat jazirah arab pada saat itu yang menyembah berhala.

Ketika Muhammad SAW datang membawa risalah kenabian banyak pro kontra dimasyarakat jazirah arab namun dari klasifikasi turunnya ayat Al-Qur’an dapat diketahui bahwa periode nabi di Makkah merupakan periode pengenalan masyarakat arab terhadap kebenaran Islam, sosok tuhan yang paling pantas disembah, sedangkan periode Madinah merupakan periode perluasan dakwah dan penyusunan norma-norma dan aturan-aturan kemayarakatan hal ini dibuktikan banyaknya ayat-ayat muamalah yang turun di Madinah.

Periode Muhammad di Makkah berdakwah dalam sejarah tidak ditemui istilah kaum munafikin yang merongrong Islam dari dalam namun hanya ditemui sisi permusuhan dan perlawanan kafir Quraisy, oleh karena itu adanya sifat kufur, nifaq, dan syirik lebih banyak ditemui dalam sejarah saat dakwah sudah memasuki periode Madinah.

Nifaq dalam Islam tidak terlepas dari landasan teks yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadits yang mungkin akan pemakalah sebutkan beberapa namun sebelum penyampaian makalah, pemakalah memohon maaf kepada audiens apabila dalam penulisan hadits hanya ditulis artinya saja, hal ini semata-mata karena keterbatasan yang terdapat dalam diri pemakalah untuk itu kami mohon dimaklumi

Atas dasar pendahuluan diatas dalam makalah ini penulis akan mencoba menyampaikan pembahasan tentang nifaq serta dengan didukung literatur-literatur yang telah kami dapatkan

BAB II

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN

NIFAQ : Nifaq secara bahasa berasal dari kata naafaqa – yunaafiqu – nifaaqan wa munaafaqan yang diambil dari kata an-naafiqaa’, yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [An-Nihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir]

Nifaq menurut syara’ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan1 atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya2. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Orang yang berperilaku nifaq disebut dengan Munafiq.

Hal ini juga disampaikan oleh Allah dalam surat QS. At-Taubah: 67:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [648] Maksudnya: berlaku kikir

  1. JENIS NIFAQ

Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I’tiqodiy dan nifaq amaliy. Nifaq I’tiqodiy (keyakinan), Nifaq I’tiqadiy adalah nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & khirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa : 145

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.

Allah SWT mensifati orang-orang munafik dengan banyak sifat, diantaranya kekufuran, tiada iman, mengolok-olok dan mencaci maki agama, seperti dalam firman Allah, Mereka (Munafikin) juga mengata-ngatai agama dan pemeluknya, serta kecenderungan kepada musuh-musuh agama untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafik jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti ini mereka masuk ke dalam Islam untuk melakukan tipu daya terhadap kaum muslimin secara tersembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama umat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Al hasil mereka masuk Islam hanya untuk kepentingan mereka, menyelamatkan harta benda dan nyawa mereka. Karena itu, seorang munafik manampakkan keimanannya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab Nya dan hari akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya.

Allah swt berfirman dalam QS.Al-Baqoroh : 8 :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

8. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22],” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

Nifaq jenis ini ada empat macam :

1. Mendustakan Rasulullah saw atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.

2. Membenci Rasulullah saw atau membenci sebagIan apa yang beliau bawa.

3. Merasa gembira dengan kemunduran agama Rasulullah saw.

4. Tidak senang dengan kemenangan agama Rasulullah saw.

Hal ini sesuai dengan hadits :

Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku (Muhammad) tiada ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Nifaq ‘amaliy (perbuatan), Nifaq ‘amaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan hadits Nabi saw :

Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya ; bila dipercaya ia berkhianat, dan jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari, dan jika bertengkar ia berucap kotor.” (Muttafaqun alaihi)

Seburuk-buruk manusia ialah orang yang mempunyai dua muka, mendatangi kelompok ini dengan wajah yang satu dan mendatangi kelompok lain dengan wajahnya yang lain. (Mutafaq’alaih)

Sifat nifaq adalah sifat yang sangat buruk dan berbahaya, karena itulah para sahabat sangat takut kalau diri mereka terjerumus dalam kemunafikan. Ibnu abi Mulaikah berkata :”Aku bertemu dengan 30 sahabat Rasulullah saw, mereka semua tahu kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya.”3

Paling banyak orang munafik dari umatku ialah yang pandai bacaannya. (HR. Bukhari)

  1. PERBEDAAN ANTARA NIFAQ BESAR DAN NIFAQ KECIL4

  • Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkan dari agama.

  • Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan.

  • Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedanghkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin.

  • Pada galibnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehngga Allah menerima taubatnya. [‘Aqidah at-Tauhid (hal. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan]

BAB III

PENUTUP

Nifaq secara bahasa yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [An-Nihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir]

Nifaq menurut syara’ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya. Orang yang berperilaku nifaq disebut dengan Munafiq.

Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I’tiqodiy dan nifaq amaliy. Nifaq I’tiqadiy adalah nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & khirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka. sedangkan Nifaq ‘amaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya

Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah.

DAFTAR PUSTAKA

Labbaik Majalah Islami, Munafiq (Nifaq), http:// majalah.aldakwah.org, diakses 21 Oktober 2008

Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Bogor : Pustaka At-Taqwa

Salafiyunpad, Nifaq dan jenis-jenisnya, http://salafiyunpad.wordpress.com, diakses 21 Oktober 2008

Ahmad Daudy, Kuliah akidah Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1997

1 Salafiyunpad, Nifaq dan jenis-jenisnya, http://salafiyunpad.wordpress.com, diakses 21 Oktober 2008

2 Ahmad Daudy, Kuliah akidah Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1997), hlm.43

3 Labbaik Majalah Islami, Munafiq (Nifaq), http:// majalah.aldakwah.org, diakses 21 Oktober 2008

4 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, (Bogor : Pustaka At-Taqwa), hlm. 223-227

No comment »

tauhid

TAUHID

(Kajian Tentang Nifaq, Kufur, Syirik, Iman)

BAB I

PENDAHULUAN

Islam merupakan agama yang dibawa oleh rasululloh Muhammad SAW, agama ini turun dimuka bumi kurang lebih empat belas abad yang lalu ditengah hiruk pikuk kejahiliyahan masyarakat jazirah arab pada saat itu yang menyembah berhala.

Ketika Muhammad SAW datang membawa risalah kenabian banyak pro kontra dimasyarakat jazirah arab namun dari klasifikasi turunnya ayat Al-Qur’an dapat diketahui bahwa periode nabi di Makkah merupakan periode pengenalan masyarakat arab terhadap kebenaran Islam, sosok tuhan yang paling pantas disembah, sedangkan periode Madinah merupakan periode perluasan dakwah dan penyusunan norma-norma dan aturan-aturan kemayarakatan hal ini dibuktikan banyaknya ayat-ayat muamalah yang turun di Madinah.

Periode Muhammad di Makkah berdakwah dalam sejarah tidak ditemui istilah kaum munafikin yang merongrong Islam dari dalam namun hanya ditemui sisi permusuhan dan perlawanan kafir Quraisy, oleh karena itu adanya sifat kufur, nifaq, syirik serta iman lebih banyak ditemui dalam sejarah saat dakwah sudah memasuki periode Madinah.

Atas dasar pendahuluan diatas dalam makalah ini penulis akan mencoba menyampaikan pembahasan tentang nifaq, kufur, syirik dan keimanan serta dengan didukung literatur-literatur yang telah kami dapatkan.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Nifaq

PENGERTIAN NIFAQ : Nifaq secara bahasa berasal dari kata naafaqa – yunaafiqu – nifaaqan wa munaafaqan yang diambil dari kata an-naafiqaa’, yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [An-Nihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir]

Nifaq menurut syara’ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan1 atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya2. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain.

Hal ini juga disampaikan oleh Allah dalam surat QS. At-Taubah: 67:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [648] Maksudnya: berlaku kikir

JENIS NIFAQ. Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I’tiqodiy dan nifaq amaliy. Nifaq I’tiqodiy (keyakinan), Nifaq I’tiqadiy adalah nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & khirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa : 145

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.

Allah SWT mensifati orang-orang munafik dengan banyak sifat, diantaranya kekufuran, tiada iman, mengolok-olok dan mencaci maki agama, seperti dalam firman Allah, Mereka (Munafikin) juga mengata-ngatai agama dan pemeluknya, serta kecenderungan kepada musuh-musuh agama untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafik jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti ini mereka masuk ke dalam Islam untuk melakukan tipu daya terhadap kaum muslimin secara tersembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama umat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Al hasil mereka masuk Islam hanya untuk kepentingan mereka, menyelamatkan harta benda dan nyawa mereka. Karena itu, seorang munafik manampakkan keimanannya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab Nya dan hari akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya.

Allah swt berfirman dalam QS.Al-Baqoroh : 8 :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

8. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22],” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

Nifaq jenis ini ada empat macam :

1. Mendustakan Rasulullah saw atau mendustakan sebagian dari apa yg beliau bawa.

2. Membenci Rasulullah saw atau membenci sebagean apa yang beliau bawa.

3. Merasa gembira dengan kemunduran agama Rasulullah saw.

4. Tidak senang dengan kemenangan agama Rasulullah saw.

Nifaq ‘amaliy (perbuatan), Nifaq ‘amaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan hadits Nabi saw :

Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya ; bila dipercaya ia berkhianat, dan jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari, dan jika bertengkar ia berucap kotor.” (Muttafaqun alaihi)

Sifat nifaq adalah sifat yang sangat buruk dan berbahaya, karena itulah para sahabat sangat takut kalau diri mereka terjerumus dlm kemunafikan. Ibnu abi Mulaikah berkata :”Aku bertemu dengan 30 sahabat Rasulullah saw, mereka semua tahu kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya.”3

PERBEDAAN ANTARA NIFAQ BESAR DAN NIFAQ KECIL4

  • Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkan dari agama.

  • Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan.

  • Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedanghkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin.

  • Pada galibnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehngga Allah menerima taubatnya. [‘Aqidah at-Tauhid (hal. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan]

  1. Syirik

PENGERTIAN SYIRIK : Syirik berasal dri kata asyraka-yusyriku-syirkan-musyrikun yang artinya mencampurkan atau menyekutukan5, menurut syara’ syirik berarti menyamakan Allah dengan zat selain Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah disamping berdo’a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo’a dan sebagainya kepada selainNya.6

JENIS-JENIS SYIRIK Syirik Ada Dua Jenis : Syirik Besar dan Syirik Kecil.

[1]. Syirik Besar : Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam Neraka, jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat daripadanya. Syirik besar adalah memalingkan sesuatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah atau mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaitan, atau mengharap sesuatu selain Allah, yang tidak kuasa memberikan manfaat maupun mudharat.

Syirik Besar Itu Ada Empat Macam.

[a]. Syirik Do’a, yaitu di samping dia berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia juga berdo’a kepada selainNya.

[b]. Syirik Niat, Keinginan dan Tujuan, yaitu ia menunjukkan suatu ibadah untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala

[c]. Syirik Ketaatan, yaitu mentaati kepada selain Allah dalam hal maksiyat kepada Allah

[d]. Syirik Mahabbah (Kecintaan), yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan.

[2]. Syirik Kecil : Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara) kepada syirik besar.Syirik Kecil Ada Dua Macam.

[a]. Syirik Zhahir (Nyata), yaitu syirik kecil yang dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah. Rasulullah SAW bersabda.
“Artinya : Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau
syirik
[b]. Syirik Khafi (Tersembunyi), yaitu
syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti riya’ (ingin dipuji orang) dan sum’ah (ingin didengar orang) dan lainnya.Rasulullah SAW bersabda.”Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. “Mereka (para Shahabat) bertanya: “Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?” .Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Yaitu riya’.7

SYIRIK ADALAH DOSA YANG PALING BESAR, menurut Al-Quran QS. An-Nisaa’ : 48

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.

QS Az-Zumar :65

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

65. Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim: “Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?, ‘Kami menjawab, Ya wahai Rasulullah!’, Beliau bersabda, Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”

  1. Kufur

PENGERTIAN KUFUR: Kufur menurut bahasa berarti malam, menyembunyikan, menutupi, menurut syara’ kufur berarti menolak kebenaran setelah mengetahuinya.8 Kufur menurut pengertian yang lain adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya maksud mendustakan berarti menentang atau menolak sedangkan tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya.9

JENIS KUFUR, Kufur ada dua jenis : Kufur Besar dan Kufur Kecil. Kufur besar atau juga disebut sebagai kufur akidah bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam :
[1]. Kufur Karena Mendustakan.
Dalilnya adalah firman Allah Al-Ankabut : 68 :

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

Artinya : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?”

[2]. Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal Membenarkan.
Dalilnya firman Allah Al-Baqarah : 34 :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Tunduklah kamu kepada Adam’. Lalu mereka tunduk kecuali iblis, ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir

[3]. Kufur Karena Ragu.
Dalilnya adalah firman Allah Al-Kahfi : 35-38 :

وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لأجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلا

Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri ; ia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik” Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun

[4]. Kufur Karena Berpaling.
Dalilnya adalah firman Allah Al-Ahqaf : 3 :

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ

3. Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.

[5]. Kufur Karena Nifaq.
Dalilnya adalah firman Allah Al-Munafiqun : 3 :

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لا يَفْقَهُونَ

Artinya : Yang demikian itu adalah karena mereka beriman (secara) lahirnya lalu kafir (secara batinnya), kemudian hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti

Kufur kecil atau juga disebut kufur amaliyah yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Seperti kufur nikmat, sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya An-Nahl : 83

يَعْرِفُونَ نِعْمَةَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

Artinya : Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir

Termasuk juga membunuh orang muslim, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya : Mencaci orang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya adalah suatu kekufuran” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya : Janganlah kalian sepeninggalku kembali lagi menjadi orang-orang kafir, sebagian kalian memenggel leher sebagian yang lain” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Termasuk juga bersumpah dengan nama selain Allah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik” [At-Tirmidzi dan dihasankannya, serta dishahihkan oleh Al-Hakim]

Yang demikian itu karena Allah tetap menjadikan para pelaku dosa sebagai orang-orang mukmin. Allah berfirman Al-Baqarah : 178 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالأنْثَى بِالأنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih.

Yang dimaksud dengan saudara dalam ayat di atas –tanpa diargukan lagi- adalah saudara seagama, berdasarkan firman Allah Al-Hujurat : 9-10 :

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya : Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah, jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat

Kesimpulan PERBEDAAN Antara Kufur Besar Dan Kufur Kecil

[1]. Kufur besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya, sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala)nya sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman.

[2]. Kufur besar menjadikan pelakunya kekal dalam neraka, sedankan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka maka ia tidak kekal di dalamnya, dan bisa saja Allah memberikan ampunan kepada pelakunya, sehingga ia tiada masuk neraka sama sekali.

[3]. Kufur besar menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur kecil tidak demikian.

[4]. Kufur besar mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya, antara pelakunya dengan orang-orang mukmin. Orang-orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, betapun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kufur kecil, maka ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kemaksiatannya.10

4. Iman

Iman menurut bahasa berasal dari kata aamanu-yu’minu-iimanan yang berarti percaya atau membenarkan. Percaya adalah suatu pengakuan atau keyakinan seseorang terhadap sesuatu.11 Menurut istilah iman ialah Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan12.

RUANG LINGKUP IMAN. Yang dimaksud Ruang Lingkup adalah batasan-batasan yang disentuh oleh arti perkataan. Ruang Lingkup Iman meliputi: ‘aqdun bil qlbi = tanggapan hati, ikraarun bil lisani = pernyataan lisan, ‘amalun bil arkan = pembuktian dalam perbuatan. Dengan demikian maka ruang lingkup iman meliputi tiga aspek aktivitas hidup manusia, yaitu aspek penanggapan, aspek pernyataan dan aspek pembuktian.

Dari aspek penanggapan dan pernyataan akan melahirkan atau membentuk satu Pandangan Hidup dan dari ketiga aspek akan membentuk Sikap Hidup. Jadi berdasar pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Iman sama dengan Pandangan dan Sikap dalam perjalanan hidup atau Pandangan dan Sikap Hidup.

Perkataan Iman tidak akan menjadi sempurna kecuali jika kepadanya ditambahkan atau dihubungkan dengan perkataan yang lain. Dengan kata lain perkataan Iman belum bernilai kecuali bila digandeng dengan sesuatu yang lain. Jadi kita tidak tahu apa yang ditanggapi kemudian apa yang diikrarkan dan apa yang akan dibuktikan dalam amal perbuatan.

NILAI DAN HARGA IMAN. Nilai adalah kemampuan sesuatu membikin sedemikian rupa, sedangkan Harga adalah sejumlah pengorbanan untuk mendapatkan nilai. Contoh beras. Satu liter beras mempunyai kemampuan (bernilai) untuk mengenyangkan tiga orang dalam satu waktu tertentu. Kemampuan (nilai) beras tidak dipengaruhi oleh mau atau tidak mau-nya manusia. Untuk mendapatkan satu liter beras kita harus mengeluarkan sejumlah pengorbanan misalnya sejumlah uang sesuai dengan harga beras tersebut. Pengorbanan disini bukan pada bentuk uangnya tapi pada kerja kita untuk mendapatkan uang tersebut. Jadi Nilai ada pada benda (dalam hal ini beras) dan harga ada pada manusia (bentuk pengorbanannya).

Nilai Iman adalah kemampuan isi Iman menghantarkan manusia membentuk satu tatanan budaya kehidupan yang tangguh. Harga Iman adalah sejumlah pengorbanan yang kita lakukan untuk mendapatkan Nilai Iman. 13

IMAN DALAM AL-QURAN DAN AL-HADITS

QS.Al-Anfal : 2 :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.[594] Maksudnya: orang yang Sempurna imannya.[595] dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya.

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka. (Shahih Muslim No.10)

  • Iman menyebabkan masuk surga dan barang siapa menjalankan apa yang diperintahkan, niscaya ia akan masuk surga

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa seorang badui datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang apabila aku lakukan, aku akan masuk surga. Rasulullah saw. bersabda: Engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat fardu, membayar zakat dan puasa Ramadan. Orang itu berkata: Demi Zat yang menguasai diriku, aku tidak akan menambah sedikit pun dan tidak akan menguranginya. Ketika orang itu pergi, Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang senang melihat seorang ahli surga, maka lihatlah orang ini. (Shahih Muslim No.16)

BAB III

PENUTUP

Manusia merupakan khalifah dimuka bumi ini, Allah SWT pun mengkaruniakan kepada manusia kesempurnaan melebihi ciptaan Allah yang lain, meskipun dalam kesempurnaan tersebut juga terkandung keterbatasan. Oleh Allah SWT manusia dikaruniai Akal dan Nafsu dalam diri manusia pun dihembuskan Nur Ilahia, dari nur Ilahiah ini dalam diri manusia terdapat sifat-sifat Allah, namun selain sifat-sifat Allah tersebut ternyata manusia juga memiliki beberapa sifat yang pada makalah ini dibahas oleh penulis.

Sifat-sifat tersebut ialah sifat Nifaq, Syirik, Kufur dan Iman. Nifaq ialah bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya, Syirik ialah menyamakan Allah dengan zat selain Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, kufur ialah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya maksud mendustakan berarti menentang atau menolak sedangkan tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya, sedangkan iman ialah Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.

Penulis menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulis guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa penulis mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah

1 Salafiyunpad, Nifaq dan jenis-jenisnya, http://salafiyunpad.wordpress.com, diakses 21 Oktober 2008

2 Ahmad Daudy, Kuliah akidah Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1997), hlm.43

3 Labbaik Majalah Islami, Munafiq (Nifaq), http:// majalah.aldakwah.org, diakses 21 Oktober 2008

4 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, (Bogor : Pustaka At-Taqwa), hlm. 223-227

5 Abdurrahman Madjrie, Meluruskan Akidah, (Yogyakarta : Titian Ilahi Press, 1997), hlm. 123

6 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Syirik dan macam-macamnya, http://almanhaj.or.id, diakses 21 Oktober 2008

7 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah….., hlm. 228-233

8 Abdul Rahman Abdul Khalid, Garis pemisah antara kufur dan iman, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), hlm.76-79

9 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, Kufur, Definisi dan macamnya, http://majalah.aldakwah.org diakses 21 Oktober 2008

10 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, Kufur, Definisi dan macamnya, http://majalah.aldakwah.org diakses 21 Oktober 2008

11 Abdurrahman Madjrie, Meluruskan Akidah….., hlm.91

12 Agung.site, Makna Iman, www.agung.site.wordpress.com iakses 21 Oktober 2008

13 abahude, Pengertian Iman yang benar, www.keluarga-sejahtera.com, diakses 21 Oktober 2008

No comment »

psikologi perkembangan

Aspek-Aspek Perkembangan


No.

Aspek

Penjelasan Aspek

Sub Aspek

Penjelasan Sub Aspek

Teori Tokoh

Awal Usia

1. Fisik Bagian tubuh manusia yang berbentuk jasmani dan dapat dilihat melalui indera
  1. Sistem saraf

  2. Otot-otot

  3. Kelenjar Endokrin

  4. Struktur Fisik
  1. Sekelompok bagian tali rasa yang sangat halus terjadi dari sel-sel yang bekerja bersama-sama menghubungkan otak dengan alat perasa.

  2. Urat yang keras

  3. s

  1. Susunan yang teratur dari bagian tubuh manusia yang berbentuk jasmani dan dapat dilihat melalui indera
Thompson 0 Tahun
2. Kognisi Aktifitas mental yang berhubungan dengan pengenalan, menerima stimulus dari luar dan pengolahan stimulus tersebut
  1. Pengertian Lisan

  2. Kemampuan Angka

  3. Pengelihatan Keruangan

  4. Ingatan

  5. Penalaran

  6. kelancaran kata-kata
  1. Lisan = Lidah, bagian dari anggota tubuh yang ada dimulut.

  2. Kemampuan manusia untuk mengenal, menggunakan dan mengaplikasikan angka.

  3. Kemampuan penginderaan manusia dalam melihat secara fisik dan yang dapat dilihat secara inderawi.

  4. Proses memasukkan, menyimpan, dan mengeluarkan kembali informasi serta pengalaman yang diperoleh seseorang.

  5. Kemampuan mengaplikasikan otak dan intelegensi untuk berpikir

  6. Kemampuan mengenalan, mengingat dan menggunakan kosa kata yang didapat dan digunakan dalam proses interaksi sosial.
Deasler Jean Peaget 0 Tahun
3. Emosi Aktifitas dalam diri manusia yang berhubungan dengan perasaan
  1. Sensorik

  2. Psikis

  3. Perasaan

  • Intelektual

  • Sosial

  • Susila

  • keindahan
  1. Aktifitas menerima menyeleksi rangsangan yang ada.

  2. Kondisi Kejiwaan seseorang

  • Kemampuan berpikir atau daya piker atau kaum terpelajar.

  • Aktifitas bermasyarakat

  • Adab sopan santun

  • Sifat-sifat atau keadaan yang indah
John Loksen
4. Intelegensi Kemampuan untuk memahami dunia sekitar, berpikir rasional dan menggunakan sumber daya secara efektif ketika menghadapi tantangan.
  1. Adaptasi

  2. Berpikir Abstrak

  3. Belajar

  4. Berinisiatif

  • Kemampuan Berbahasa

  • Memori

  • Nalar

  • Visual

  • Bilangan

  • Menggunakan Kata-kata

  • Mengamati
    1. Proses penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungannya.

    2. Manipulasi respreentasi yang dapat berupa kata-kata, kesan visual, suara atau data yang bersifat bebas dan tidak terbatas.

  • Dalam diri manusia terdapat kemampuan bawaan untuk berbahasa yang disebut Language Acquisition Device yang dapat dipengaruhi dari proses imitasi dan modeling.

  • Proses memasukkan, menyimpan, dan mengeluarkan kembali informasi serta pengalaman yang diperoleh seseorang.

  • Kemampuan mengaplikasikan otak dan intelegensi untuk berpikir

  • Angka-angka

  • Proses pengaplikasian kata-kata untuk berinteraksi

  • Proses konsentrasi dan fokus terhadap suatu obyek.
Wechsler 0 Tahun
5. Bahasa Alat atau media yang digunakan oleh individu untuk berkomunikasi dengan individu yang lain
  1. Kemampuan Berkomunikasi

  2. Perkembangan Berpikir

    • Kemampuan Membentuk Pengertian

    • Kemampuan Menyusun Pendapat

    • Kemampuan Menarik Kesimpulan
  1. Kemampuan berhubungan berinteraksi dengan orang lain

  2. Proses berkembangannya pola piker yang dipengaruhi pendidikan, umur dan kemampuan berinteraksi.

  • Kemampuan untuk memahami sesuatu.

  • Kemampuan untuk menyampaikan yang ada di otak.

  • Kemampuan untuk paham serta menarik secara garis besar sesuatu hal.
Chomsky

1, 6 Bulan-2 Tahun

6. Kesadaran Beragama Proses mengetahui dan mengenal keberadaan tuhan serta berusaha melakukan peribadatan sesuai dengan tuntunan agama
  1. Keimanan

  2. Peribadatan

    • Faktor Internal

Pembawaan Sejak lahir

  • Faktor Eksternal

Lingkungan keluarga, Sekolah, Masyarakat

  1. keyakinan terhadap keberadaan tuhan

  2. Proses ritual keagamaan (penembahan terhadap tuhan)

    • Manusia sejak lahir sudah dikenal terhadap keberadaan tuhan

    • Lingkungan : lingkungan sekitar dapat mempengaruhi proses kesadaraan beragama.

    • Keluarga : aktifitas keagamaan dan keyakinan dalam keluarga dapat mempengaruhi kesadaran beragama.

    • Sekolah : proses pembelajaarn dan ilmu disekolah dapat mempengaruhi kesadaran beragama.

    • Masyarakat : perilaku, keyakinan serta aktifitas masyarakat dapat mempengaruhi kesadaran beragama.
Sigmund Freud
7. Sosial Aktifitas perkembangan yang berhubungan dengan aktifitas bermasyarakat
  1. Judgment

  2. Adaption
  1. Proses berperilaku sesuai perilaku wajar yang ada dan berkembang dimasyarakat.

  2. Proses penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungannya
8. Moral Aktifitas perkembangan yang berhubungan dengan tatanan perbuatan baik buruk sesuai dengan nilai yang berkembang
  1. Mengenal Nilai

  2. Berperilaku Sesuai Nilai
  1. Proses seeorang mengenal nilai-nilai yang ada dan berkembang dimasyarakat

  2. Proses berperilaku sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku

Kohlberg

Nama : Muhammad Fuad Hasyim

NIM : 07220040

No comment »

dasar-dasar konseling

RESUME DASAR-DASAR KONSELING

  1. TEORI-TEORI KONSELING

  1. Pendekatan Psikioanalisik

menekankan pentingnya riwayat hidup klien (psikoseksual), pengaruh dari impuls-impuls genetik (insting), energi hidup (libido), pengaruh dari pengalaman dini kepada kepribadian individu, serta irasionalitas dan sumber-sumber tak sadar dari tingkah laku manusia.

Taraf kesadaran dalam konsep psikoanalitik: conscious, preconscious, unconscious.

Peran dan fungsi konselor adalah untuk menciptakan suasana agar klien merasa bebas untuk mengekspresikan pikiran-pikiran yang sulit.

teknik-teknik terapi:

    • -asosiasi bebas: menyensor pikiran, mengatakan apa yang muncul dalam pikiran, meskipun kelihatannya aneh, irasional, menggelikan atau menyakitkan. Dengan cara ini, id diminta untuk bicara, edangkan ego tinggal diam.

    • -analisis mimpi (d royal road to the unconscious): klien didorong untuk bermimpi dan mengingat-ingat mimpinya. Analis harus menyadari manifest content (arti yang nyata/kelihatan) dan latent content (arti yang tersembunyi tapi sesungguhnya)

    • -analisis transferensi: transferens adalah respons klien kepada seorang konselor, seakan-akan konselor adalah orang signifikan di dalam kehidupan klien yang lalu, biasanya tokoh orangtua. Pelepasan perasaan merupakan katarsis emosional, baik emosi positif maupun negatif, dan di sini tugas konselor untuk menganalisisnya.

    • -analisis resistansi: kadang-kadang klien pada awalnya menunjukkan kemajuan, tetapi kemudian melambat atau berhenti. Analisis konselor dapat membantu klien untuk memperoleh wawasan tentang resistansinya tersebut atau tingkah laku lainnya. Kalau tidak diselesaikan, terapi akan terhenti.

    • -interpretasi: interpretasi menyangkut penjelasan dan analisis berbagai pikiran, perasaan dan tindakan klien. Pada saat tersebut, konselor membantu klien untuk memahami arti peristiwa masa lalu dan masa sekarang.

  1. Pendekatan Humanistik

istilah humanistik dalam hubungannya dengan konseling, memfokuskan pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya.

Person centered/client centered Counselling

      • implisit dalam client centered counseling adalah pandangan bahwa orang pada dasarnya baik. Karakteristik manusia adalah positive, forward moving, constructive, realistic, and trusworthy. Setiap pribadi adalah orang yang sadar, terarah dari dalam, dan bergerak ke arah aktualisasi diri, sejak dari bayi. Untuk munculnya self yang sehat, orang memerlukan positive regard love, warmth care, dan acceptance. Tetapi pada masa kanak-kanak dan kemudian orang biasanya menerima conditional regards dari orang tua dan orang lain.

      • peran konselor bersifat holistik, berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka, tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar klien melakukan sesuatu. Penelitian menunjukkan sikap-sikap terapislah yang memfasilitasi perubahan pada klien dan bukan pengetahuan, teori, atau teknik-teknik yang mereka miliki.

  1. Pendekatan Behavioral

konselor membantu klien untuk belajar cara bertindak yang baru dan pantas, atau membantu mereka untuk memodifikasi atau mengeliminasi tingkah laku yang berlebih. Konselor behavioral yang efektif beroperasi dengan perspektif yang luas dan terlibat dengan klien dalam setiap fase konseling.

teknik umum: skedul penguatan, shaping, ekstingsi.

teknik-teknik spesifik

      • desensitisasi sistematik, dirancang untuk membantu klien mengatasi anxiety dalam situasi-situasi tertentu. Konselor mengajar klien untuk rileks secara fisik dan mental.

      • Pelatihan asertivitas, klien belajar untuk membedakan tingkah laku agresif, pasif dan asertif.

      • Time out, teknik aversif yang sangat ringan. Klien dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif.

      • Implosion dan flooding, meminta klien membayangkan suatu situasi penimbul anxiety yang bisa berakibat parah, tetapi dalam implosion klien tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu. Flooding lebih ringan sifatnya, karena situasi penimbul anxiety yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah.

  1. Konseling kognitif Dan Kognitif-behavioral

pendekatan kognitif memfokuskan pada kognisi, teknik-tekniknya pun berusaha mengubah kognisi yang salah.

konselor adalah aktif dan direktif. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi klien. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih dari sekedar logika. Perlu repetisi konsisten, karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan klien yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. Intinya teaching dan disputing (menantang).konselor REBT harus mempunyai ciri-ciri pandai, berpengetahuan luas, empatik, menaruh respek, genuine, konkret, persisten, ilmiah, berminat membantu orang lain dan ia sendiri menggunakan REBT.

  1. Pendekatan sistem

para terapis menggunakan cara berpikir sirkuler bukan linier. Ada ide bahwa peristiwa-peristiwa berhubungan melalui suatu rentetan feedback loops yang saling berinteraksi.

peran konselor mengajar klien menjadi lebih kognitif. Konselor dan klier dengan tenang menyanyakan berbagai pertanyaan sampai akhirnya klien belajar berpikir untuk dirinya sendiri.

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES KONSELING

        1. Struktur

pentingnya struktur sangat nyata bila klien menentukan tanggal untuk konseling dengan berbagai harapan yang tidak realistik. Dalam hal ini klien harus segera membangun struktur. Misalnya dengan cara memberi informasi tentang proses konseling, juga memberi informasi tentang dirinya sendiri, mengenai kompetensi profesionalnya.

hal-hal yang tercakup dalam bagian membangun struktur:

      • time limits (sesi lamanya 60 menit, misalnya)

      • action limit ( untuk mencegah tingkah laku destruktif)

      • role limits (apa yang diharapkan dari masing-masing pelaku)

      • procedural limits (dimana klien diberi tanggung jawab untuk menghadapi suatu sasaran atau kebutuhan spesifik),

      • fee schedules

  1. inisiatif, dapat dilihat sebagai motivasi untuk berubah.

Ada saat klien enggan atau menolak untuk konseling. Ada dua macam klien: klien yang enggan (reluctant), biasanya klien yang dirujuk orang ketiga dan sering kali tak termotivasi untuk mencari bantuan. Klien yang resistant, adalah klien yang tidak mau atau menolak perubahan.

  1. setting (tatanan) fisik

  2. kualitas-kualitas klien

yang sukses YAVIS (young, attractive, verbal, intellegent, succesful).

yang kurang sukses HOUND (Homely, Old, unintellegent, nonverbal, disadvantaged). DUD (Dumb, unintellegent, disadvantaged)

  1. kualitas-kualitas konselor, dijelaskan lebih lanjut.

  1. KARAKTERISTIK KONSELOR YANG EFEKTIF

    1. Congurence (genuineness, Authenticity)

Konsep kongruensi adalah konsep yang kompleks, tetapi Rogers mengatakan bahwa secara naluriah orang bisa membedakan individu mana yang betul-betul sesungguhnya adalah dirinya, yang betul-betul mengatakan apa yang ingin dikatakannya (means exactly what he says), dan perasaan yang ada di dalam lubuk hatinya yang terdalam adalah sama denagn yang dia ekspresikan. Untuk menjadi genuine, seseoran harus kongruen. Ia sungguh-sungguh menjadi dirinya, tanpa tutup terhadap dirinya sendiri. Seorang yang autentik adalah seorang yang kongruen, karena ia adalah seorang yang memahami keadaan dirinya sendiri. Kongruensi itu sangat penting sebgai dasar sikap yang harus dipunyai oleh seorang konselor. Ia harus paham tentang dirinya sendiri, berarti pikiran, perasaan dan pengalamannya haruslah serasi. Kalau seseorang mempunyai pengalaman marah, maka perasaan dan pikirannya harus marah, yang tercermin pula dalam tindakannya. Ia harus memahami bias-bias yang ada dalam pikirannya, prasangka-prasangka yang mewarnai pikirannya. Ia harus tahu kelemahan dan aset-aset yang dipunyainya. Kalau ia menyadari hal ini, ia dapat membuat pembedaan antara dirinya dan orang lain. Ia tahu bahwa orang lain bukanlah dirinya.

    1. Unconditional Positive Regard (Acceptance)

penerimaan tanpa syarat, atau respek kepada klien harus mampu ditunjukkan oleh seorang konselor kepada kliennya. Ia harus dapat menerima bahwa orang-orang yang dihadapinya mempunyai nilai-nilai sendiri, kebutuhan-kebutuhan sendiri yang lain daripada yang dimiliki olehnya. Konselor harus memberi kepercayaan kepada kliennya untuk memilih perkembangan diri mereka.

perubahan paling efektif pada klien kalau ia ada dalam situasi yang menunjukkan keadaan kondusif untuk pertumbuhan. Keadaan yang kondusif ini misalnya adalah pengalaman acceptance, yaitu pengalaman dipahami, dicintai, dan dihargai tanpa syarat. Melalui konseling, orang harus mempelajari cara bersikap dan bertingkah laku yang baru, belajar bersikap dan bertingkah laku positif hanya bisa terjadi dalam situasi kondusif.

    1. Empati: memahami orang lain dari sudut kerangka berpikir orang lain tersebut.

empati yang dirasakan harus juga diekspresikan, dan orang yang melakukan empati harus orang yang kuat. Ia harus menyingkirkan nilai-nilainya sendiri, tetapi ia tidak pula boleh terlarut di dalam nilai-nilai orang lain.

    1. Kesadaran-Tentang-Diri dan Pemahaman

dengan memahami dan menyadari diri sendiri, konselor tidak menjadi defensif menghadapi kliennya. Ia dapat menanggapi klien tanpa terbawa oleh rasa tidak aman yang dipunyainya.

    1. Kesehatan Psikologis yang Baik

konselor yang utuh secara psikologis dan tidak terpengaruh oleh masalah-masalahnya yang berat dan rumit akan lebih mampu membantu kliennya.

    1. Sensitivitas terhadap dan pemahan Faktor Rasial, Etnik, Budaya dalam Diri dan Orang Lain

konselor harus mempunyai keterbukaan yang tinggi, kemauan dan kemapuan untukmenerima diversivitas yang ada di sekelilingnya.

    1. Keterbukaan (Open Mindedness)

konselor yang memiliki keterbukaan, dapat mengakomodasi perasaan, sikap dan tingkah laku klien yang berbeda dengan dirinya. Keterbukaan juga memungkinkan konselor untuk berinteraksi dengan berbagai jenis klien. Keterbukaan merupakan persyaratan untuk komunikasi yang jujur.

    1. Objektivitas

konselor akan mudah mengenali klien-kliennya yang manipulatif dan berespons secara profesional. Objektivitas juga akan memagari konselor dari perasaan-perasaan emosional disfungsional terhadap dan tentang kliennya. Objektivitas menjaga konselor dari terjadinya countertransference, dan timbulnya perasaan-perasaan romantis dan ketertarikan seksual terhadap klien. Yang harus dipunyai oleh seorang konselor adalah involved and caring objectivity.

    1. Kompetensi

kompetensi berhubungan dengan pengetahuan yang menyangkut proses psikologis, asesmen, etik, keterampilan klinis, keterampilan teknis, kemampuan untuk menilai, efektivitas pribadi.

    1. Dapat Dipercaya (Trustworthiness)

Klien yang merasakan.

    1. Interpersonal Attractiveness

jika klien merasa konselor mempunyai pandangan-pandangan yang serupa dengan dirinya, maka menurutnya konselor tersebut memiliki interpersonal attractiveness. Hal ini dapat dibantu dengan penerimaan sebelumnya.

  1. MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI KONSELOR

        1. Kebosanan

jika klien yang membosankan maka konselor harus mebicarakannya dengan klien, karena ini adalah prinsip genuine, tapi tetep harus hati-hati.

jika konselor yang membosankan, maka konselor harus kritis dengan ekspresi kebosanan klien dan ikut bertanggungjawab dengan rasa kebosanannya.

        1. Hostilitas

situasi hostilitas ini jangan dihindari, tetapi harus dihadapi karena klien perlu belajar untuk menyelesaikan dan menghadapi hoostilitas ini dengan adekuat. Konselor dapat pula menunjukkan hostilitas terhadap kliennya, karena itu konselor harus mewaspadai hal ini.

        1. Kesalahan-kesalahan Konselor, lemah, tidak tegas dan tidak mengakui kesalahannya sendiri

        2. Manipulasi

contohnya misalnya konselor memanipulasi klien untuk tetap konseling karena menurutnya penting untuk perkembangannya, tetapi sebenarnya hanya untuk memenuhi kepentingan konselornya.

jika klien yang memanipulasi konselor biasanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan untuk menetralisasi ancaman.

        1. Penderitaan (Suffering/psycological bleeding)

Konselor bisa menimbulakn penderitaan ketika ia mendorong kliennya untuk berkembang. Konselor harus memperkenalkan insight yang membawa rasa sakit kepada kliennya.

dari sisi konselor, kadang konselor menderita jika ia merasa tidak berdaya.

        1. Hubungan yang membantu Vs Hubungan yang tidak membantu

hubungan yang tidak membantu dalam konseling:

-distansi emosional: konselor tidak dapat “masuk” ke dalam diri klien karena tidak benar-benar berempati, konselornya anonimus jadi sulit membangun rapprort dan rasa percaya, keterlibatannya hanya bersifat intelektual.

- kelekatan emosional: konselor/klien bergantung pada yang lain untuk pemuasan kebutuhan dasar mereka.

hubungan yang membantu:

- keterlibatan emosional: meskipun ada kedekatan tetapi klien dan konselor tetap dua orang yang terpisah dengan kehidupan yang terpisah. Mereka cukup saling mengenal untuk dapat saling percaya dan saling berempati. Secara emosional mereka dekat, sehingga perasaan yang satu akan menstimulasi perasaan yang lain, dan menciptakan hubungan yang dinamis.

        1. Terminasi Konseling

Pemberhentian konseling

        1. Burnout

peran sebagai konselor memang sangat rentan terjadinya burn out, konselor terus menerus berhadapan dengan emosionalitas tinggi.

cara mencegahnya dengan: gaul dunk, latihan untuk mengurangi stres, mempertahankan sikap selalu ada harapan, menyisihkan suatu waktu bebas dan pribadi.

  1. PERAN DAN FUNGSI KONSELOR

          1. Peran (Role)

          2. Fungsi (Functional)

          3. Kepakaran (Expertise)

          4. Social Power dari konselor:

referent power dimiliki seorang profesional bila klien memandang mereka sebagai seorang yang pantas untuk dikagumi dan dapat menerima klien mereka.

  1. LANGKAH-LANGKAH KONSELING/TERAPI

        1. membangun Hubungan

        2. Identifikasi Masalah

        3. memfasilitasi perubahan Terapeuis

        4. Evaluasi dan Terminasi

        5. MEMBANGUN HUBUNGAN DALAM KONSELING

  1. Keterampilan mendengarkan

  2. Penghalang Komunikasi

        1. ASESMEN DALAM KONSELING

  1. Tujuan Asesmen

  2. Komponen asesmen

  3. Definisi Masalah

  4. Keterampilan yang Diasosiasikan dengan Asesmen

  5. Efek dari Asesmen

7. MENGEMBANGKAN SASARAN KONSELING DAN MEMILIH STATEGI INTERVENSI

  1. Mengembangakan Sasaran Konseling

  2. Memilih Strategi intervensi

8. MENGAKHIRI KONSELING (TERMINASI)

  1. Kapan Mengakhiri konseling?

  2. Inisiatif Melakukan Terminasi

  3. Dua Jenis Terminasi

  4. Metode atau Langkah-langkah Terminasi

  5. Fenomena Overtreatment dan undertreatment

9. KONSELING PADA ANAK

  1. sifat dasar anak

  2. karakteristik konseling pada anak-anak

  3. konseling anak usia dini (2-5 tahun)

  4. konseling anak pada middle childhood (5-9 tahun)

  5. beberapa teknik yang dapat digunakan

  6. konseling praremaja (9-12 tahun)

  7. fungsi konselor anak

10. KONSELING PADA REMAJA

  1. konselor untuk remaja

  2. karakteristik remaja

  3. konseling dengan remaja

  4. berbagai bentuk konseling kelompok

  5. program fasilitator teman sebaya

  6. tes dan observasi

11. KONSELING PADA ORANG DEWASA

  1. tahapan siklus kehidupan keluarga

  2. bentuk dan cara konseling pada orang dewasa

  3. konsultasi

  4. asesmen dan evaluasi

12. KONSELING PADA LANJUT USIA

  1. beberapa perubahan fisik pada manula

  2. tugas perkembangan manula

  3. bekerja dengan manula

  4. prevensi primer

  5. keprihatinan pada usia lanjut

  6. reminiscence dalam konseling manula

  7. konsultasi

13. ISU-ISU YANG TERDAPAT DALAM KONSELING

  1. menempatkan kebutuhan klien di atas kebutuhan sendiri

  2. isu konfidensialitas

  3. langkah-langkah membuat keputusan etis

  4. isu etis dalam proses asesmen

  5. hubungan dualisme (Dual Relationship)

  6. kode etik profesi di Indonesia

Comments (4) »

kesehatan reproduksi

KESEHATAN REPRODUKSI

Organ Reproduksi
Adalah semua organ yang mendukung fungsi seksual reproduksi.

Berikut ini adalah penjelasan secara rinci organ reproduksi
I.    Organ Reproduksi Perempuan
Alat reproduksi pada wanita terbagi atas :
1.    Organ Genital Luar (Eksternal)
a.    Labia mayora (Bibir-bibir Besar)
Terdiri atas bagian kanan dan kiri, berbentuk lonjong dan mengecil di bawah. Terisi oleh jaringan lemak
b.    Labia minora (Bibir-bibir Kecil)
Suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam bibir besar. Kulit yang meliputi labia minora ini banyak mengandung kelenjar lemak dan memiliki ujung-ujung saraf yang menyebabkan bibir kecil sangat sensitive, selain itu bibir ini juga memiliki otot polos yang bisa mengembang
c.    Klitoris
Kira-kira berukuran sebesar kacang ijo, tertutup oleh preputium. Glans klitoridis terdiri atas jaringan yang dapat mengembang, penuh saraf hingga amat sensitif
d.    Hymen (Selaput Dara)
Mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda. Hymen ini mempunyai bentuk yang berbeda-beda dari yang semilunar (bulan sabit) sampai yang berlubang. Konsistensinya pun berbeda-beda juga, dari yang kaku sampai lunak. Hiatus himenalis atau lubang selaput dara berukuran dari yang seujung jari sampai yang mudah dilalui oleh dua jari. Umumnya hymen robek pada saat koitus. Umumnya mempunyai pori-pori untuk jalan kelaur darah menstruasi. Tapi ada beberapa wanita tidak memiliki pori-pori ini sehingga dokter harus membuat lubang pada selaput dara tersebut.

2.    Organ Genital Dalam (Internal)
a.    Vagina
Adalah organ genital internal yang membedakan wanita dengan pria. Berbentuk seperti liang atau lubang yang terentang antara vulva dan mulut rahim (servik), panjangnya kira-kira 3-4 inchi dan sangat fleksibel. Bisa menampung penis yang masuk saat berhubungan sks juga sebagai jalan lahir bagi bayi yang keluar dari rahim. Bentuknya tidak lurus ke belakang tapi agak melengkung ke atas. Pada saat mengalami kenikmatan seksual, vagina terlubrikasi dengan cairan dari dinding vagina, lubrikasi ini menyebabkan penis mudah masuk ke dalam vagina. Dalam kehidupan wanita, vagina mengalami beberapa perubahan. Sebelum masa pubertas dindingnya lebih tipis dan liangnya lebih kecil. Saat pubertas vagina berkembang dan wanita mengalami perubahan hormone, vagina menjadi lebih rapat dan akan tegang bila wanita terangsang secara seksual. Saat menopause jaringan vagina akan lebih rapuh dan kurang elastis, daya lubrikasi akan menurun pada fase ini.
b.    Cervik
Disebut juga leher rahim merupakan jalan masuk ke rahim atau uterus. Terletak di bagian bawah raihm, menonjol sedikit sampai ke vagina. Cervik memproduksi lender khusus yang berubah tergantung siklus menstruasi. Saat masa subur yaitu saat sel telur dilepaskan lendir yang dikeluarkan bening dan cair yang akan membantu sperma untuk berenang dan hidup di rahim. Setelah masa subur lendir menjadi keruh, kental dan lengket sehingga sperma sulit untuk masuk.
c.    Uterus
Bentuknya seperti buah alpukat atau buah peer ukurannya sebesar telur ayam, dindingnya terdiri atas otot polos. Ukuran panjang uterus 7-7,5 cm, lebar di atas 5,25 cm dan tebal 2,5 cm. rongga dalamnya dibatasi jaringan bernama endometrium yang berkembang dan meluruh secara rutin sebagai bagian dari siklus menstruasi.
d.    Tuba Faloppi, terdiri dari :
-    Pars interstisialis, bagian yang terdapat di dinding uterus
-    Pars ismika, bagian medial tuba yang sempit
-    Pars ampullaris, saluran yang terbuka, tempat konsepsi terjadi
-    Infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka kea rah abdomen dan mempunyai fimbria. Fimbria di sini berfungsi menangkap sel telur untuk menyalurkan telor ke dalam tuba.
e.    Ovarium (indung telur)
Wanita mempunyai 2 ovarium kanan dan kiri, berukuran sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm. diperkirakan pada wanita terdapat kira-kira 100.000 folikel primer. Tiap bulan folikel akan keluar.

II.    Organ Reproduksi Laki-laki
Bagian-bagian alat reproduksi laki-laki :
a.    Penis atau batang zakar berbentuk bulat panjang memiliki tekstur seperti busa yang penuh dengan rongga.
b.    Kantung zakar atau scrotum, adalah kantung lembut yang menahan dua buah testis
c.    Buah zakar, atau testis, adalah dua bola kecil berbentuk kelereng berisi sel-sel yang disebut sperma. Sperma ini mulai dihasilkan ketika anak memasuki masa pubertas, yaitu awal masa remaja.
d.    Kelenjar prostate, yaitu kelenjar yang menghasilkan cairan mani yang ikut mempengaruhi kesuburan sperma
e.    Saluran sperma atau vas deferens, yaitu saluran yang menyatukan sperma dari testis menuju ke prostat

Apa yang menandakan bahwa organ reproduksi telah matang?
Kematangan organ reproduksi ditandai dengan menarche (keluarga menstruasi pertama) pada perempuan dan ejakulasi pada laki-laki (biasanya dalam mimpi basah)

Apa itu Menstruasi?
Menstruasi merupakan proses luruhnya dinding rahim karena menurunnya hormone progesterone secara tiba-tiba. Dinding rahim ini berfungsi untuk tempat menempelnya sel telur (ovum) yang sudah dibuahi oleh sperma untuk kemudian menjadi janin. Jadi menstruasi berguna untuk membersihkan dinding rahim yang tidak jadi terpakai dan untuk pembuatan dinding rahim yang baru untuk siklus menstruasi berikutnya.
Menstruasi itu suatu proses yang normal dan sehat, serta bukanlah sesuatu yang menakutkan. Menstruasi terjadi setiap bulan pada hampir semua wanita. Sebagian besar wanita mulai menstruasi di usia 10 ingga 15 tahun. Tidak ada waktu yang pasti karena menstruasi terjadi ketika ketika tubuh sudah siap. Menstruasi berlangsung selama beberapa hari biasanya antara 3 hingga 7 hari. Sebagian besar mengalami menstruasi setiap bulan

Apakah ada keluhan-keluhan ketika menstruasi?
Ada beberapa keluhan, misalnya Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala yang dialami perempuan 1 hingga 4 hari menjelang menstruasi. Gejala ini tampak secara fisik maupun emosional. Termasuk di antaranya adalah mengerasnya payudara, perubahan mood, nyeri perut dan rasa pegal dip aha.
Selain itu juga timbul keluhan nyeri perut seperti kram pada hari pertama menstruasi. Dismenorea adalah nyeri yang sering dirasakan bersamaan dngan masa haid, nyeri biasanya dirasakan di perut bawah atau pinggang, dapat bersifat mulas-mulas, ngilu dan ditusuk-tusuk. Hal ini disebabkan oleh kontraksi rahim untuk mengeluarkan penebalan dinding rahim tadi.

Bagaimana orang tua memberi informasi mengenai menstruasi kepada anak perempuannya?
Sebaiknya peristiwa menstruasi diinformasikan kepada anak remaja sebelum anak remaja megnalami menstruasi, atau sedini mungkin. Hal ini untuk memberi waktu bagi remaja perempuan mempersiapkan diri akan peristiwa menarche yang bila tidak dipersiapkan akan memberi perasaan takut. Inforamsi sedini mungkin ini juga membantu remaja putrid untuk menerima kodratnya atau identitas seksual sebagai perempuan dan merasa bahwa menstruasi adalah hal yang alamiah dan menunjukkan bahwa dirinya sehat.
Yang juga tidak kalah pentingnya adalah, orang tua memberi penjelasan yang terinci mengenai bagaimana cara yang baik dalam menjaga kebersihan diri selama masa menstruasi maupun jika cairan vagina anak perempuannya cukup mengganggu.

Apakah Mimpi basah itu?
Kematangan organ reproduksi laki-laki ditandai dengan produksinya sperma. Produksi sperma ini dilkukan setiap saat secara terus menerus. Secara alamiah sperma akan dikeluarkan pada saat tidur dibarengi dengan mimpi erotis. Mimpi basah pada remaja laki-laki adalah ejakulasi yang tidak di sadari. Ejakulasi adalah peristiwa keluarnya sperma melalui penis. Walaupun tidak ejakulasi, sperma terus diproduksi dan dapat diserap oleh tubuh untuk dikeluarkan melalui cairan keringat dan kotoran. Ejakulasi yang terjadi saat remaja melakukan rangsangan terhadap alat kelaminnya, disebut dengan masturbasi atau onani.

Bagaimana orang tua menyikapi mimpi basah?
Pertama, orang tua menyikapi mimpi basah dengan wajar, tanpa sikap mengolok-olok. Orang tua perlu memberi kesan bahwa peristiwa mimpi basah adalah kejadian yang wajar, alamiah dan bukan sesuatu yang memalukan

MITOS DAN FAKTA SEKSUAL

Tidak dipungkiri, membicarakan permasalahan seputar seksualitas tidak pernah terlepas dari adanya “mitos dan fakta seksual”.
Mitos adalah segala sesuatu, dalam hal ini kaitannya dengan sebuah informasi, yang beredar, berkembang dan terlanjur diyakini oleh suatu masyarakat, tetapi belum bisa dibuktikan kebenarannya.
Kaitannya dengan seksualitas, mitos seksual adalah segala sesuatu yang terkait dengan permasalahan seksual, yang beredar luas dalam suatu lingkungan atau masyarakat suatu daerah, sekalipun belum terbukti secara ilmiah kebenarannya tetapi terlanjur dipercaya oleh orang banyak.
Beredarnya mitos-mitos seksual di masyarakat, justru mengakibatkan pemahaman yang salah terhadap permasalahan seksualitas. Kecenderungan masyarakat kita tidak bersikap kritis, ketika mereka menerima informasi, padahal itu merupakan mitos, masyarakat menelan mentah-mentah dalam menerima informasi tersebut tanpa mempertanyakan kebenarannya. Keingintahuan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tanpa mencoba untuk bersikap kritis, dikhawatirkan masyarakat terjerumus ke dalam perilaku yang memiliki resiko tinggi akibat memilih perilaku yang hanya berupa mitos, tapi sudah berani dilakukan.
Adapun yang dimaksud dengan Fakta Seksual adalah kebalikan dari mitos. Semua informasi yang terkait dengan seksualitas yang sudah bisa dipastikan kebenarannya, dan bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.

Berikut ini beberapa contoh Mitos dan Fakta Seksual yang sering dijumpai di masyarakat:

MITOS    FAKTA
Besar kecilnya penis berpengaruh terhadap kepuasan seks pasangnnya.    Kepuasan tergantung adanya kemampuan komunikasi diantara kedua pasangan yang melakukan hubungan seks.
Payudara besar akibat sering diremas-remas oleh pasangannya.    Besar kecilnya ukuran payudara ditentukan oleh factor genetic, asupan gizi selama masa pertumbuhan bukan karena akibat terlalu diremas
Hubungan seks pertama pada cewek selalu berdarah    Perempuan tidak harus berdarah ketika pertama kali hubungan seks. Jika permasalahan berdarah atau tidak dikaitkan dengan masalah keperawanan itu merupakan hal yang tidak benar. Berdarahnya perempuan ketika melakukan hubungan seks pertama kali lebih sering diakibatkan karena vagina perempuan tersebut mengalami perlukaan akibat tidak siap pada saat penetrasi bukan karena robeknya selaput dara.
IMS bisa diobati dengan antibiotic tanpa memeriksakan diri ke dokter    Dengan minum antibiotic untuk mengobati IMS yang diderita tanpa memeriksakan terlebih dulu ke dokter seringkali justru memperparah IMS yang diderita. Kita tidak akan pernah tahu jenis IMS yang kita derita tanpa terlebih dahulu periksa ke dokter. Yang bisa menentukan jenis obat yang sesuai dengan jenis IMS yang diderita adalah dokter.
Dorongan seks laki-laki lebih besar dari perempuan    Dorongan seks laki-laki dan perempuan sama besarnya, selama ini terkesan laki-laki mempunyai dorongan seks lebih besar dikarenakan laki-laki cenderung lebih mampu mengekspresikan apapun yang dirasakan sebaliknya dengan perempuan.
Membasuh vagina denan minuman bersoda bisa mencegah kehamilan    Sekali sperma masuk ke dalam vagina perempuan sangat kecil kemungkinan untuk bisa dikeluarkan kembali. Apalagi sekedar membasuh vagina dengan minuman bersoda tidak bisa mencegah kehamilan justru akan mengakibatkan vagina perempuan tersebut bisa mengalami iritasi
Keperawanan bisa dilihat dari cara berjalan seorang perempuan    Keperawanan hanya bisa dilihat dari masih utuh atau tidaknya selaput dara akibat hubungan seks, yang perlu diingat selaput dara bisa robek tidak hanya akibat hubungan seks
Lutut kopong berarti sudah tidak perjaka    Keperjakaan tidak bisa dilihat hanya dengan melihat fisik laki-laki. Sampai kapanpun keperjakaan tidak bisa dibuktikan kecuali laki-laki tersebut mengaku sudah tidak perjaka.
Ukuran penis pada laki-laki dewasa bisa ditambah    Setelah masa pertumbuhan selesai ukuran penis seorang laki-laki dewasa tidak bisa bertambah
Lompat-lompat setelah hubungan seks mencegah kehamilan    Ketika sperma sudah berada di dalam vagina kecil kemungkinan untuk dikeluarkan kembali, sekalipun si perempuan melompat-lompat

Kesehatan reproduksi, apa itu?

Reproduksi
Artinya menghasilkan kembali. Dalam konteks ini yang dimaksud reproduksi adalah menghasilkan keturunan alias segala sesuatu yang berkaitan dengan kehadiran manusia baru di muka bumi ini.

Sehat
Sehat tidak hanya yang berkaitan dengan fisik tapi juga psikis atau kejiwaan dan juga sosial. So, kesehatan reproduksi juga meliputi ketiga hal tersebut.

Reproduksi sehat secara fisik artinya tidak ada gangguan fisik pada organ-organ seksual yang membuat fungsi reproduksi terganggu seperti penyakit menular seksual, kelainan organ, ataupun perlakuan yang mengakibatkan gangguan fisik.
Sehat secara psikologis artinya tidak ada gangguan kejiwaan atau tekanan batin seperti perasaan bersalah/berdosa, malu, tertekan dll.
Sehat secara sosial artinya tidak melanggar norma-norma sosial atau agama yang ada di masyarakat sehubungan dengan reproduksi kita.

Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Banyak perubahan yang dialami oleh seorang remaja ketika menginjak masa ini. Perubahan itu meliputi perubahan fisik, psikis dan sosial.

Perubahan-perubahan fisik pada cowok:
-    tumbuh kumis dan jenggot
-    tumbuh jakun
-    suara membesar
-    bentuk tubuh

Perubahan-perubahan fisik pada cewek:
-    payudara membesar
-    kulit lebih halus
-    pinggul membesar
-    suara melengkung.

Perubahan-perubahan itu terjadi karena diproduksinya hormon-hormon seksual yaitu testosteron pada cowok, progesteron dan estrogen pada cewek. Hormon seksual inilah yang membuat organ-organ reproduksi mulai berfungsi. Organ-organ reproduksi itu antara lain:

Pada cowok :
-    Penis atau batang zakar merupakan organ yang memiliki tekstur seperti busa dengan rongga yang kalau terangsang rongga-rongga itu akan terisi oleh darah sehingga penis menjadi lebih besar dan keras. Ujung penis berisi banyak syaraf sehingga sangat peka bila terkena sentuhan.
-    Testis atau buah zakar merupakan tempat diproduksinya sel sperma.
-    Scrotum adalah kantung lembut yang berfungsi menjaga suhu testis. Pada saat panas ia akan melonggar dan pada suhu rendah ia akan menkerut.
-    Epididimis adalah tempat dimana sel sperma mengalami pematangan.
-    Saluran sperma atau vas deferens adalah saluran yang mneyatukan sperma dari testis menuju prostat.
-    kelenjar prostat yaitu kelenjar yang menghasilkan cairan mani.

Pada cewek :
-    Vagina berfungsi sebagai jalan lahir bayi, tempat keluarnya darah menstruasi dan juga tempat hubungan seksual terjadi.
-    cerviks/leher rahim merupakan masuk ke rahim atau uterus.
-    uterus/rahim merupakan tempat berkembangnya janin. Berbentuk seperti buah peer terbalik. Rongga dalam dibatasi ole jaringan endometrium yang berkembang dan meluruh secara rutin sebagai bagian dari siklus menstruasi.
-    tuba falopi, merupakan saluran yang juga berfugsi sebagai tempat pertemuan antara sel sperma dan sel telur.
-    Fimbriae, berfungsi untuk menangkap sel telur yang dikeluarkan oleh indung telur.
-    ovarium/indung telur, berfungsi memproduksi sel telur.

Mimpi basah dan menarche merupakan penanda bahwa organ reproduksi telah matang, artinya telah siap melakukan fungsi reproduksi.karena pada kedua belah pihak telah diproduksi bibit manusia. Kematangan organ reproduksi juga dibarengi oleh timbulnya dorongan seksual yang lebih besar yang kalau tidak hati-hati bisa mengganggu perencanaan masa depan.

Pemeliharaan organ reproduksi
Cowok:
-    mencuci bagian luar alat kelamin dengan air dan sabun setiap selesai buang air kecil maupun besar
-    pilih celana dalam yang bahannya menyerap keringat
-    ganti celana dalam dua kali sehari
-    jangan bertukar celana dalam dengan orang lain walaupun hubungan sangat dekat.
-    Hindari pemakaian celana yang ketat.
-    Untuk cowok yang tidak disunat/khitan pembersihan alat kelamin haruslebih teliti karena ujung penis masih terselubungi oleh kulit.
-    Cukur rambut kelamin secara rutin.
Cewek:
-    cuci kemaluan sehabis buang air besar dan kecil dengan cebok yang benar yaitu dari depan (vagina) ke belakang (anus).
-    Selesai cebok keringkan dengan handuk lembut
-    Ganti celana dalam sehari dua kali
-    Pilih celana yang dapat menyerap keringat.
-    Pada saat menstruasi dianjurkan untuk sering-sering ganti pembalut terutama setelah selesai mandi maupun buang air kecil.
-    Cukur rambut kelamin secara teratur.

Info lebih lanjut Hubungi :

PKBI DIY
Jl. Taman Siswa, Gang Basuki no 558/MG II Surokarsan Jogja
Telp. 0274-419 709

No comment »

kekerasan dalam pacaran

Tugas Makalah
Kekerasan Dalam Pacaran
Oleh : Muhammad Fuad Hasyim
Relawan PKBI Divisi Konseling

Kekerasan dalam pacaran (KDP) atau istilah lainnya Dating Violence merupakan salah satu bentuk dari tindakan kekerasan terhadap perempuan. Sedangkan definisi kekerasan terhadap perempuan itu sendiri, menurut Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan tahun 1994 pasal 1, adalah “setiap tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.”
Namun demikian, walaupun termasuk dalam kekerasan terhadap perempuan, sebenarnya kekerasan ini tidak hanya dialami oleh perempuan atau remaja putri saja, remaja putra pun ada yang mengalami kekerasan yang dilakukan oleh pacarnya. Tetapi perempuan lebih banyak menjadi korban dibandingkan laki-laki karena pada dasarnya kekerasan ini terjadi karena  adanya ketimpangan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan yang dianut oleh masyarakat luas. Ketidakadilan dalam hal jender selama ini telah terpatri dalam kehidupan sehari-hari, bahwa seorang perempuan biasa dianggap sebagai makhluk yang lemah, penurut, pasif, mengutamakan kepentingan laki-laki dan lain sebagainya, sehingga dirasa “pantas” menerima perlakuan yang tidak wajar atau semena-mena.
A.    Fakta-fakta tentang Kekerasan dalam Pacaran
I.    Rifka Annisa, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi dan jender menemukan bahwa sejak tahun 1994 – 2001, dari 1683 kasus kekerasan yang ditangani, 385 diantaranya adalah KDP (Komnas Perempuan, 2002)
II.    Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar yang baru-baru ini membuka pelayanan satu atap (One Stop Service) dalam menangani masalah kekerasan terhadap perempuan mendapatkan bahwa dari tahun 2000-2001 ada 7 kasus KDP yang dilaporkan. (Kompas-online 4 Maret 2002)
III.    Sedangkan PKBI Yogyakarta mendapatkan bahwa dari bulan Januari hingga Juni 2001 saja, terdapat 47 kasus kekerasan dalam pacaran, 57% di antaranya adalah kekerasan emosional, 20% mengaku mengalami kekerasan seksual, 15% mengalami kekerasan fisik,  dan 8% lainnya merupakan kasus kekerasan ekonomi (Kompas, 20 Juli 2002 dalam http://www.bkkbn.go.id).
IV.    Salah satu penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa dari 77 remaja sekolah menengah yang mengaku mengalami kekerasan saat sedang berpacaran, 66% dari mereka mengaku bahwa selain mengalami kekerasan, mereka juga melakukan kekerasan itu sendiri pada pasangan mereka (mutually violent relationship). Remaja tersebut juga dilaporkan mengalami kekerasan berat, sehingga menderita luka-luka. Luka-luka yang mereka derita tampak lebih parah daripada remaja yang hanya menjadi korban kekerasan. Mereka pun lebih bisa “menerima” perlakuan tersebut, dibandingkan dengan remaja yang hanya sebagai korban. Dalam sebuah diskusi mengenai KDP, para remaja putri melaporkan bahwa dalam 70% waktu pacaran mereka, pasangannya melakukan pelecehan. Sedangkan para remaja putra dalam kesempatan yang sama, mengakui bahwa pasangan perempuan mereka melakukan pelecehan sebanyak 27% dari waktu pacaran mereka. Adapun dari penelitian yang lain didapatkan bahwa remaja putri yang melakukan kekerasan saat pacaran antara lain disebabkan karena mempertahankan dirinya (dikutip dari Armour, 2002)
Tetapi dari sekian banyak fakta ini Kasus yang nampak hanya kasus-kasus yang dilaporkan atau tanpa sengaja terbukti dan diketahui. Sehingga dapat dikatakan bahwa yang tampak berupa fenomena gunung es (iceberg), dimana kasus sebenarnya masih jauh lebih besar lagi, namun banyak hal yang membuatnya tidak muncul ke permukaan. Salah satunya adalah karena tidak dilaporkan.
Umumnya para remaja korban kekerasan tidak menceritakan kepada pihak yang berwenang terhadap masalah ini, bahkan kepada orang tuanya. Korban dan pelaku biasanya selalu berusaha menutupi fakta yang ada dengan berbagai cara atau dalih, walaupun terkadang tanpa sengaja terungkap. Jika situasi dan keadaan sudah sangat parah (misalnya luka-luka fisik sudah tidak bisa ditutupi), biasanya korban terpaksa meminta bantuan pihak medis dan atau melaporkan kepada pihak berwajib.
Kasus kekerasan yang tidak dilaporkan biasanya karena :
1.    korban merasa takut akibat ancaman oleh pacar,
2.    atau karena iba sebab pelaku memohon maaf sedemikian rupa, setelah melakukan kekerasan, sehingga korban percaya bahwa pelaku benar-benar menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi (baca Kisah Nyata Kekerasan Dalam Pacaran).
3.    atau karena korban merasa mampu merubah kebiasaan pelaku yang melakukan kekerasan
Yang patut diketahui adalah bahwa kekerasan, apapun bentuknya, adalah suatu hal yang akan mengakar dan akan terjadi berulang. Sikap menyesal dan pernyataan maaf yang dilakukan pelaku adalah suatu fase “reda” dari suatu siklus. Biasanya setelah fase ini, pelaku akan tampak tenang, seolah-olah telah berubah dan kembali bersikap baik. Jika pada suatu saat timbul konflik yang menyulut emosi pelaku, maka kekerasan akan terjadi lagi.
Oleh karena itu, sebesar apapun cinta yang kita rasakan pada mereka yang melakukan kekerasan, tetap saja kita tidak dapat membiarkan hal ini terjadi. Kekerasan adalah suatu hal yang harus kita laporkan, dengan demikian si pelaku dapat mendapatkan penanganan yang tepat (konseling dan terapi). Karena dengan mendiamkan atau tidak melaporkan kekerasan yang terjadi, baik yang kita alami maupun yang dialami oleh teman kita, sama saja artinya kita membiarkan kekerasan itu terjadi, dan hal itu tentu bukan suatu hal yang kita ingini. Tidak pada mereka, tidak pada diri kita. (Penulis : Zulfa).
B.    Macam-macam Kekerasan dalam Pacaran
1)    Kekerasan Fisik,
Memukul, menendang, menjambak rambut, mendorong sekuat tenaga, menampar, menonjok, mencekik, membakar bagian tubuh/menyundut dengan rokok, pemaksaan berhubungan seks, menggunakan alat, atau dengan sengaja mengajak seseorang ke tempat yang membahayakan keselamatan. Ini biasanya dilakukan karena anda tidak mau menuruti kemauannya atau anda dianggap telah melakukan kesalahan.
2)  Kekerasan Seksual,
Berupa pemaksaan hubungan seksual, pelecehan seksual (rabaan, ciuman, sentuhan) tanpa persetujuan. Perbuatan tanpa persetujuan atau pemaksaan itu biasanya disertai ancaman akan ditinggalkan, akan menyengsarakan atau ancaman kekerasan fisik.
3) Kekerasan Emosional
Bentuk kekerasan ini biasanya jarang disadari, karena memang wujudnya tidak kelihatan. Namun sebenarnya, kekerasan ini justru akan menimbulkan perasaan tertekan, tidak bebas dan tidak nyaman. Bentuk kekerasan non fisik ini berupa pemberian julukan yang mengandung olok-olok; membuat seseorang jadi bahan tertawaan; mengancam, cemburu yang berlebihan, membatasi pasangannya untuk melakukan kegiatan yang disukai, pemerasan, mengisolasi, larangan berteman, caci maki, larangan bersolek, larangan bersikap ramah pada orang lain dan sebagainya.
4)    Kekerasan Ekonomi
Yang bisa berupa pemerasan atau pemaksaan untuk memenuhi kebutuhan pasangan, mungkin untuk pertama kali mentraktir makan atau membilakan perlengkapan dirasa lazim dan itu merupakan suatu bentuk perhatian kepada pasangan, namun apabila sudah terjadi permintaan pemenuhan secara terus menerus dan perasaan korban sudah tidak nyaman serta terbebani hal itulah yang disebut kekersan dalam bidang ekonomi dalam pacaran
C.    Mitos-mitos tentang Kekerasan dalam Pacaran
Mitos: Cemburu, intimidasi dan bentuk kekerasan lain yang dilakukan si dia adalah bukti cinta dan kasih sayang;
Fakta: Itu bukan bukti cinta, itu adalah kontrol dari si dia agar anda patuh dan menuruti semua kemauan si dia.
Mitos: Bahwa dia melakukan kekerasan fisik pada anda karena anda telah melakukan suatu kesalahan yang membuat si dia marah. Jika anda menuruti apa kemauannya, si dia pasti tidak melakukannya;
Fakta: Ketika anda tidak melakukan suatu kesalahanpun, si dia tetap melakukan kekerasan.
Mitos: Kekerasan yang anda alami, anda yakini hanya akan terjadi sekali, karena si dia telah meminta maaf atas kelakuannya dan berjanji tidak akan melakukannya lagi dengan menunjukkan sikap yang tulus;
Fakta: Kekerasan akan terus berlangsung dan bersiklus. Dia melakukannya lalu dia meminta maaf, kemudian dia akan melakukannya lagi pada anda, minta maaf lagi, begitu seterusnya.
Mitos: Anda percaya, setelah dia melakukan kekerasan, si dia akan lebih mesra pada anda;
Fakta: Lebih banyak kekerasan yang anda alami daripada kemesraannya.
Mitos: Ketika si dia memaksa anda untuk melakukan hubungan seksual, dia berjanji akan mempertanggungjawabkannya;
Fakta: Sudah banyak perempuan yang terjebak oleh janji palsu pasangannnya dan ditinggalkan oleh pasangannya setelah pasangannya puas mendapatkan apa yang diinginkannya.
Mitos: Bahwa kekekerasan yang anda alami adalah salah satu konsekwensi jika berelasi dengan laki-laki;
Fakta: Berelasi dengan laki-laki bukan berarti menyerahkan diri kita untuk dijadikan objek kekerasan.
Mitos: Ketika anda menjadi pasangan si dia, anda dan terutama si dia, mengasumsikan bahwa anda adalah miliknya. Sehingga si dia dapat melakukan apa saja terhadap diri anda;
Fakta: Anda adalah milik anda sendiri. Jangankan hanya sebatas pacaran, dalam perkawinanpun, diri anda sepenuhnya adalah milik/hak anda dan bukan otoritas orang lain
D.    Yang dapat anda lakukan bagi Korban Kekerasan dalam Pacaran
I.    Sadari bahwa anda punya hak untuk marah, khawatir dan merasa terhina
II.    Berani untuk mengatakan TIDAK jika si dia mulai melakukan kekerasan terhadap diri anda
III.    Sadari bahwa anda punya hak penuh atas tubuh dan jiwa anda, tanpa seorangpun dapat mengganggu gugat
IV.    Sadari bahwa meski anda mencintai si dia dan sebaliknya, tidak berarti si dia dapat berbuat seenaknya terhadap anda
V.    Jangan segan untuk melaporkan kekerasan yang anda alami ke polisi atau pihak berwenang lainnya
VI.    Atau mintalah bantuan Lembaga Bantuan Hukum untuk mendampingi anda
VII.    Hati-hati terhadap rayuan si dia dan janji-janji muluk. Menurut anda dan terutama si dia, hubungan seksual yang telah dilakukan adalah “suka sama suka”. Sebenarnya, anda justru telah termakan rayuannya. Dalam ilmu kriminologi, yang disebut perkosaan adalah juga perbuatan yang terjadi akibat rayuan dan atau adanya dominasi laki-laki atas perempuan, atau dominasi atasan terhadap bawahan
VIII.    Bila ada perjanjian, buatlah perjanjian secara tertulis dengan dibubuhi materai dan disertai saksi
E.    SETIAP PELAKU KEKERASAN DAPAT DI HUKUM
Siapapun dia, sedekat apapun dia, bila dia melakukan kekerasan, ya… harus di hukum. Maka dari itu, laporkan kekerasan yang telah anda alami ke polisi, kemudian polisi akan memprosesnya sampai ke pengadilan. Karena bagaimanapun pelaku kekerasan, meski dia adalah orang yang anda sayangi dan cintai, bisa dikenai pasal-pasal penganiayaan dalam KUHP. Yaitu pasal 351-358 untuk penganiayaan fisik, 289-296 tentang pencabulan untuk pelecehan seksual, pasal 281-283, 532-533 untuk kejahatan terhadap kesopanan dan pasal 286-288 untuk persetubuhan dengan perempuan di bawah umur.
F.    YANG HARUS DIPERSIAPKAN JIKA ANDA MEMBAWA KASUS INI KE PENGADILAN
Dengan memutuskan untuk membawa kasus ini ke pengadilan, maka anda harus bersiap-siap dengan:
sikap aparat, baik kepolisian maupun pengadilan ( umumnya laki-laki), seringkali justru mempermalukan dan membuat anda marah, dengan komentar-komentar bernada penghinaan baik dari petugas atau pengacara lawan, misalnya: bahwa anda sendirilah yang memberi peluang terjadinya kekerasan seksual, dianggap sebagai perempuan tak bermoral dan sebagainya;
cobalah untuk tetap bertahan, karena seringkali pelaku kekerasan seksual kemudian bebas karena korban merasa ketakutan membawa kasusnya ke pengadilan dan tidak siap menghadapi hal-hal diatas;
hubungi dan terus melakukan komunikasi dengan individu/teman atau organisasi perempuan yang peduli pada masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan. Anda dapat menghubungi di Women Crisis Centre dikota anda.

Daftar Pustaka
Jurnal Perempuan. Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, 2002
Komisi Nasional Perempuan, Peta Kekerasan: Pengalaman Perempuan Indonesia. Jakarta: Komnas Perempuan, 2002
“Dating Violence among Adolescent” by Maryellen Armour (http://www.advocatesforyouth.org diakses 16 September 2004)
“Pengaruh Sebaya hingga Kekerasan” Kompas, 20 Juli 2002 (http://www.bkkbn.go.id)
“Korban Kekerasan tak Perlu Takut Lagi” Kompas 4 Maret 2002 (http://kompas-online.co.id)
“Kekerasan dalam Pacaran” by Lembaga Bantuan Hukum
Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan -Jakarta-
(http://www. LBH APIK-Jakarta. co. id diakses 21 Oktober 2008)
“Kekerasan dalam Pacaran” by Zulfah
(http://www.gender_kesepro.info.com diakses 21 Oktober 2008)
“Kekerasan dalam Pacaran” by Eko
(http://www.eka_pks.multiply.com diakses 21 Oktober 2008)

Comments (1) »

dakwah dan puasa

DAKWAH DAN PUASA

(Dalam Perspektif Siswi SMA)

  1. Latar Belakang Masalah

Islam merupakan agama rahmatallil alamin yang dibawa oleh rasul penutup pilihan Allah SWT Muhammad SAW. Saat awal penyampaian risalah kenabian sudah terdapat kecaman penolakan oleh bangsa kair Quraisy dan bangsa-bangsa Arab yang lain, namun nabi tidak pernah gentar untuk menyampaikan kebenaran kepada ummat, muhammad merupakan pembawa risalah sekaligus juru dakwah paling handal dalam sejarah Islam.

Beliau menyampaikan dakwah dengan bijak, tidak hanya ucapan dan fatwa namun juga disertai diskusi dialog interaktif serta terdapat contoh perbuatan yang langsung diberikan, hal ini juga sesuia dengan firman Allah SWT pada QS.An Nahl : 125 :

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [845] Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

Sebagai ummat Islam para sahabat sepeninggalan nabi pun juga menyampaikan menyiarkan islam kepelosok penjuru dunia, namun kewajiban berdakwah tidak hanya terbebankan kepada para sahabat, tabiin atau yang saat ini kyai, kewajiban menyampaikan kebenaran islam terletak dipundak setiap kaum muslim, hal ini sesuai dengan QS. Ali Imron : 104 ;

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. [217] Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Namun realitas yang terjadi saat ini semakin menipisnya keimanan dan keyakinan ummat Islam di Indonesia, jangankan untuk menyiarkan agama Allah mengetahui sebagian hal yang wajib saja masih banyak ummat islam di Indonesia sangat banyak yang tidak mengetahui, hal ini sungguh ironis karena dimata publik dunia Indonesia merupakan Negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak.

Saat ini kalimat dakwah gerakan dakwah dimata masyarakat cenderung dipandang angker dan sakral sekali yang bersifat statis tidak dinamis hal ini yang menghambat proses dakwah sampai kemasyarakat, selain itu pengertian masyarakat akan arti asli kata dan gerakan dakwah saja sudah mengalami kesalahan, pandangan yang salah ini sudah menyatu dalam setiap elemen masyarakat tidak terkecuali pemuda, oleh sebab realitas diatas penulis memberi judul laporan ini “Dawah dan Puasa (dalam perspektif siswa SMA)”.

  1. Penjelasan Istilah

DAKWAH ialah suatu proses upaya menyeru atau mengubah sesuatu situasi kepada situasi lain yang lebih baik sesuai ajaran Islam atau proses mengajak manusia kejalan Allah yaitu Islam.1

PUASA ialah menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya, satu hari lamanya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat.2

  1. Subyek Pertanyaan

1. Identitas Subyek Penelitian :

    1. Nama : Norma

    2. Usia : 18 Tahun

    3. Pendidikan : SMA

    4. Sekolah : SMK Koperasi Yogyakarta

    5. Status Pekerjaan : Pelajar

2. Identitas Subyek Penelitian :

    1. Nama : Ayu

    2. Usia : 18 Tahun

    3. Pendidikan : SMA

    4. Sekolah : SMK Koperasi Yogyakarta

    5. Status Pekerjaan : Pelajar

3. Identitas Subyek Penelitian :

    1. Nama : Dea

    2. Usia : 18 Tahun

    3. Pendidikan : SMA

    4. Sekolah : SMA Negeri 6 Kediri

    5. Status Pekerjaan : Pelajar

  1. Hasil Interview

    1. Hasil interview Norma

Fuad : Menurut kamu Dakwah itu apa?

Norma : Menurut aku dakwah itu nyebarin agama Islam dan nuntun orang kejalan yang benar.

Fuad : Kegiatan dakwah itu apa saja menurut kamu ?

Norma : Kegiatan dakwah dilakukan lewat ceramah-ceramah tapi ada kalanya tidak harus menggunakan ceramah, karena kalau yang diceramahi kadang sulit buat paham apa yang disampaikan

Fuad : Terus harapan kamu setelah puasa ramdhan kemarin apa?

Norma : Harapan aku setelah puasa ramadhan kemarin adalah supaya bisa lulus dari sekolah dengan nilai terbaik, dapat jodoh yang shaleh terus dapat kerja yang mapan.

    1. Hasil interview Ayu

Fuad : Menurut kamu Dakwa itu apa?

Ayu : Menurut aku dakwah itu orang yang ceramah dan memberi nasehat pengetahuan keagamaan. Dakwah juga merupakan kegiatan yang menggunakan pendekatan yang maha kuasa terus upaya untuk mempengaruhi orang lain biar lebih baik.

Fuad : Kalau menurut kamu kegiatan dakwah itu apa aja?

Ayu : Menurut aku kegiatan dakwah jangan cuma ceramah karena kalau ceramah nanti pada bosen semua, ya harus ada dialog interaktif.

Fuad : Harapan kamu setelah puasa ramdhan kemarin apa?

Ayu : Harapan ku setelah puasa ramadhan kemarin pengen tambah deket dengan Allah SWT setelah menjalankan ibadah puasa kemarin.

    1. Hasil interview Dea

Fuad : Menurut kamu Dakwah itu apa?

Dea : Menurut aku dakwah itu sama seperti ceramah, seperti orang yang sedang menyebarkan ajaran agama Islam dengan bertatap muka dengan orang yang diceramahi secara langsung.

Fuad : Kegiatan dakwah menurut kamu apa aja?

Dea : Selain mereka cermah memberi tahu kesemua orang tapi mereka juga melakukan apa yang diucapkan terus insyaallah mereka juga dengan berbuat amal.

Fuad : Harapan kamu setelah puasa ramadhan kemarin apa?

Dea : Harapan aku setelah puasa kemarin ialah aku pengen lebih khusyuk dalam beribadah, belajar dan beradptasi dengan orang lain.3

  1. Analisis Hasil Interview

ANALISIS MAKNA DAKWAH menurut subyek penelitian dakwah cenderung identik dengan ceramah yang menasehati, mengajak kepada kebaikan dan unuk sebarkan agama Islam.

ANALISIS KEGIATAN DAKWAH menurut subyek penelitian yang disebut kegiatan dakwah ialah kegiatan ceramah keagamaan namun audiens menginginkan tidak hanya sekedar ceramah harus juga disertai kegiatan dialog atau diskusi interaktif dan pada da’i juga harus bisa memberi contoh atau berdakwah dengan menggunakan amal.

ANALISIS KEINGINAN PASCA RAMADHAN keinginan audien pasca ramadhan sangat bermacama-macam namun dapat dirumuskan keinginan audiens adalah dapat lulus ujian akhir nasional, mendapat jodoh dan pekerjaan yang layak, kemudian keinginan untuk lebih dekat kepada Allah SWT, lebih khusyuk dalam beribadah dan lebih baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

F. Penutup

DAKWAH ialah suatu proses upaya menyeru atau mengubah sesuatu situasi kepada situasi lain yang lebih baik sesuai ajaran Islam atau proses mengajak manusia kejalan Allah yaitu Islam, Saat ini kalimat dakwah gerakan dakwah dimata masyarakat cenderung dipandang angker dan sakral sekali yang bersifat statis tidak dinamis hal ini yang menghambat proses dakwah sampai kemasyarakat, selain itu pengertian masyarakat akan arti asli kata dan gerakan dakwah saja sudah mengalami kesalahan, pandangan yang salah ini sudah menyatu dalam setiap elemen masyarakat tidak terkecuali pemuda.

Namun dari hasil observasi dapat dirumuskan hasil analisis makna dakwah cenderung identik dengan ceramah yang menasehati, mengajak kepada kebaikan dan unuk sebarkan agama Islam. Kegiatan dakwahialah kegiatan ceramah keagamaan namun audiens menginginkan tidak hanya sekedar ceramah harus juga disertai kegiatan dialog atau diskusi interaktif dan pada da’i juga harus bisa memberi contoh atau berdakwah dengan menggunakan amal. Dan keinginan audien pasca ramadhan sangat bermacam-macam namun dapat dirumuskan keinginan audiens adalah dapat lulus ujian akhir nasional, mendapat jodoh dan pekerjaan yang layak, kemudian keinginan untuk lebih dekat kepada Allah SWT, lebih khusyuk dalam beribadah dan lebih baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

1 Wardi Bachtiar, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwa, (Ciputat :Logos wacana ilmu, 1999), hlm.31

2 Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, (Bandung :Sinar bari agasindo, 2000), hlm.220

3 Interview dilakukan secara bersamaan pada tanggal 25 Oktober 2008 dengan menggunakan media SMS

No comment »

penelitian dakwah

DAKWAH

(Dalam KonsepPerubahan Perilaku)

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Penegasan Judul Laporan

Laporan ini berjudul “DAKWAH (Dalam Konsep Perubahan Perilaku)” .

  1. Latar Belakang Masalah

Pada saat ini cepatnya arus informasi dan semakin majunya teknologi yang dikenal dengan era globalisasi memberikan bermacam-macam dampak bagi setiap kalangan masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali pelajar. Teknologi seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, disatu sisi berdampak positif tapi di sisi lain juga berdampak negatif.

Dampak positif dari teknologi pada era globalisasi adalah semakin mudah dan cepatnya arus informasi yang bisa didapat oleh masyarakat, saat ini jarak antar benua didunia sudah tidak ada. Informasi dipelosok Indonesia dengan mudah dan cepat bisa diketahui oleh orang-orang di Amerika begitu pula sebaliknya, semakin canggihnya fasilitas saat ini sehingga dapat memanjakan konsumen yang membutuhkan. Tidak hanya itu saja, saat ini alat komunikasi tidak hanya berpatokan dengan telpon rumah seperti empat lima tahun yang lalu, namun bisa menggunakan handphone yang dapat dibawa kemana-mana, handphone pun tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi tetapi juga sudah di fasilitasi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti kamera, mp3 player, dll.

Namun teknologi yang didapat masyarakat tidak hanya membawa dampak positif saja, tetapi juga membawa dampak negatif, dampak negatif ini dapat dilihat seperti banyaknya penyalah gunaan internet, internet yang semestinya digunakan untuk mencari informasi seluas-luasnya tetapi ada yang mengakses hanya untuk membuka situs porno, masalah tersebut saat ini sampai Negara RI ikut menangggulangi dengan memblokir seluruh situs yang menampilkan hal-hal yang berbau porno, baik itu berupa gambar, video, animasi, maupun cerita-cerita porno yang mampu membuat pembacanya mengkhayal tidak jelas, contoh penyalahgunaan teknologi lainnya yang membawa dampak negatif adalah penyalahgunaan fasilitas handphone, banyak beredarnya gambar-gambar porno, serta beredarnya video porno yang direkam menggunakan kamera handphone.

Dampak negatif lain dari globalisasi adalah semakin turunnya nilai moral dan tata krama pemuda terhadap orang tua, banyak kita dapatkan pemuda yang tidak punya sopan santun bahkan terhadap kedua orang tuanya sendiri, penggunaan bahasa kromo inggil bagi pemuda asli jawa terhadap orang tua saat ini sudah jarang dapat ditemui, tingkah laku dan cara berpakaian juga sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur yang ditanamkan secara turun menurun oleh nenek moyang.

Oleh karena itu untuk mengantisipasi segala hal tesebut diperlukan pendidikan secara menyeluruh terhadap aspek perilaku pemuda, pendidikan tersebut dapat dilakukan oleh orang tua dirumah, guru sekolah atau bahkan teman sebaya, selain itu hal ini merupakan beban moral pada para Da’i untuk memdidik dan membimbingnya.

Berdasarkan kenyataan tersebut dalam karya ini akan dibahas tentang “DAKWAH (Dalam Konsep Perubahan Perilaku)”.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Subyek Praktikum

Identitas Subyek Penelitian :

    1. Nama : Micke Fitra Jaya

    2. Usia : 18 Tahun

    3. Pendidikan : SMA

    4. Sekolah : SMA Negeri 6 Kediri

    5. Status Pekerjaan : Pelajar

    6. Alamat : Jalan Akasia 21 Rt 02 Rw 01 Kecamatan Pesantren Kediri Jawa Timur

    7. Ciri Fisik : Tinggi : 172 cm, Kulit : Sawo Matang, Berkaca Mata

    8. Karakteristik : Pendiam, Tertutup agak tomboy.

  1. Identifikasi Masalah

Hasil Observasi : Mad’u sebagai anak perempuan memiliki sifat pendiam dan agak tomboy (sifat kelaki-lakian) serta ketika berhubungan dengan keluarga tingkah laku dan pola bahasa masih kurang sopan karena tidak menggunakan bahasa kromo inggil

Hasil Interview dengan teman dan keluarga :

  1. Teman

Da’I : bisa obrol bentar nggak?

Teman : iya bisa, ada apa ya?

Da’I : Menurut kamu micke anaknya bagaimana?

Teman : Micke tu anaknya pendiem gak suka bergaul, tapi dipelajaran dia pinter buktinya dia juara 3 terus dan beasiswa dari sekolah.

Da’I : mungkin ada lagi yang kamu pahami tentang micke?

Teman : setahu ku dia anaknya gak suka dandan, jalane juga anak cowok meski dia anaknya pendiem itu tadi.

Da’I : kalau begitu makasih banget ya…

Teman : iya sama-sama

  1. Keluarga (Ibu Micke)

Da’I : nyuwun sewu bu (permisi bu)…

Ibu : iya ad enek opo (ada apa)?

Da’I : niku kulo bade tangklet, micke ko kaleh bapak ibu ko boten boso nggeh? (saya mau bertanya micke itu kalau dengan bapak ibu ko tidak bahasa?)

Ibu : micke yo ngono kui ad, bocahe koyo cah lanang, ibu soale ket cilik mosisike dadi konco gawe anak-anake dadine saiki anak-anake ibu yo koyo konco dewe karo ibu (micke ya seperti itu ad, anaknya seperti laki-laki, soalnya dari kecil ibu memosisikan ibu sebagai teman bagi anak-anak ibu, jadinya anak-anak ibu sekarang dengan ibu sudah seperti teman sendiri).

  1. Rancangan Program

Rancangan program untuk pendekatan dimulai dari menjadi teman bicara kemudian menjadi teman dekat (cara pendekatan cukup mudah karena sebelumnya sudah cukup kenal dan sudah menjadi teman meski pun tidak dekat).

Rancangan program dakwah dilakukan secara berlahan, yaitu di mulai dari pengenalan kewajiban beibadah sholat, keutamaan berjamaah kemudian pengenalan berpenampilan layaknya perempuan yang wajar yang terakhir pengenalan dan pemakaian bahasa kromo inggil dalam kehidupan sehari-hari.

Rancangan program terapi dilakukan dengan mulai mengajak mad’u sholat berjamaah dimasjid sekolah saat dhuhur, selalu mengecek dan memperhatikan sholat mad’u dengan sms setiap datang waktu sholat wajib kemudian pengenalan berpenampilan layaknya perempuan yang wajar yang terakhir pengenalan dan pemakaian bahasa kromo inggil dalam kehidupan sehari-hari. Semua hal tersebut dilakukan da’I secara berlahan sehingga mad’u tidak terasa didoktrin atau dipaksa.

  1. Proses Dakwah

Da’i sebelumnya sudah kenal dan menjadi teman Mad’u meski belum begitu dekat, seiring berjalannya waktu da’i melakuakn pendekatan antar personal yang kemudian posisi da’i dalam kehidupan mad’u adalah teman dekat, teman untuk berbagi suka dan duka. Ketika da’i sudah dekat dengan ,mad’u da’i pun mulai dekat dengan keluarga mad’u mulai dari ayah ibu, saudara mad’u serta keluarga-keluarga yang lain, sehingga da’i pun sering datang bermain kerumah mad’u.

Pada proses perjalanannya da’i sering menjadi teman obrol mad’u disetiap tempat dan setiap waktu apalagi saat ketemu, saat istirahat kedua di sekolah yang biasanya digunakan siswa untuk sholat dhuhur berjamaah dimasjid sekolah meski masih masih asyik obrol dengan mad’u da’I pun sering meninggalkan mad’u dikelas untuk ikut sholat berjamaah dimasjid, karena sering ditinggal da’I untuk sholat akhirnya mad’u pun da’I ajak sekalian untuk ikut dan mad’u pun mau.

Ketika tidak bertemu da’i masih sering hubungan dengan mad’u menggunakan sms, saat datangnya waktu sholat da’I selalu bertanya sudah sholah belum? Kalau mad’u belum sholat biasanya da’I meminta mad’u untuk sholat lebih dulu kemudian baru melanjutkan smsannya. Da’i juga pernah membuat kesempatan dengan mad’u untuk berjamaah pada sholat tahajud, caranya pada tengah malam siapa yang lebih dulu bangun harus membangunkan yang lain. Ketika berkunjung kerumahnya pun saat datang waktu sholat biasanya da’i berjamaah dengan mad’u.

Saat disekolah istirahat pertama biasanya da’I juga mengajak mad’u untuk ikut sholat dhuha berjamaah dimasjid sekolah, seiring berjalannya waktu da’I sudah benar-benar dekat dengan mad’u da’I pun mulai menasehati mad’u untuk mau merubah penampilan yang selama ini seperti laki-laki hendaknya bisa berpenampilan layaknya wanita pada umumnya, mulai cara berpakaian, bersikap, berjalan dan berbicara, mad’u pun berlahan mulai menuruti nasehat da’I dan mulai berubah.

Biasanya kalau berhubungan lewat sms da’I dengan mad’u selalu pakai bahasa Indonesia namun da’I mengajak mad’u untuk merubah bahasa smsannya dengan bahasa jawa kromo inggil dengan alasan agar mad’u terbiasa dengan bahasa itu karena selama ini ketika mad’u berhubungan dan berbicara dengan siapapun bahasa yang dipakai bahasa pergaulan teman sebaya, sehingga kuramg sopan kalau berbicara dengan orang yang lebih tua.

Awal memakai bahasa kromo inggil mad’u merasa kesulitan, karena masih asing dan kurang tahu kosa kata banyak, namun da’I selalu memberi semangat dan memberi saran apabila tidak tahu kosa kata hendaknya bertanya kepada ibunya.

  1. Hasil dan Pembahasan

Hasil yang telah dicapai dari proses dakwah adalah :

    1. Mad’u saat ini lebih mengetahui agama dan mau menjalankan sholat dengan kesadaran sendiri.

    2. Penampilan mad’u yang sebelumnya terkesan seperti laki-laki saat ini sudah terlihat feminim.

    3. Mad’u dalam berbicara dengan orang yang lebih tua sudah lebih santun dengan menggunakan bahas kromo inggil meski idak sepenuhnya menggunakan bahasa tersebut.

Tingkat keefektivan proses dakwah, dari pandangan da’I keefektivan proses dakwah sudah cukup baik karena sampai saat ini sikap dan perilaku mad’u sudah berubah feminim, pada tingkat keagamaan dan sholat lima waktu mad’u mulai kendor atau berkurang lagi tingkat kesadaran akan kewajiban sholat, sedangkan untuk perubahan perilaku mad’u saat ini sudah menggunakan bahasa lebih halus dan sopan apabila berbicara dengan orang yang lebih tua.

Faktor pendukung dari proses dakwah ini adalah ijin dan dukungan dari orang tua mad’u, sedangkan untuk factor penghambat da’I tidak menemui hambatan yang besar yang dapat menganggu proses dakwah.

BAB III

PENUTUP

Kemajuan teknologi tidak hanya memiliki manfaat positif saja, namun juga memiliki dampak negatif, saat ini banyak ditemukan remaja yang sudah berperilaku diluar batasan moral agama dan sosial, sehingga sangat diperlukan sekali pendidikan keagamaan dan moralitas namun bukan dengan system ceramah atau pendidikan disekolah saja, tapi harus dengan system pendekatan perseorangan sebagai teman yang baik dan yang memberikan contoh yang baik serta mengajak untuk melakukan hal yang baik.

Penulis menyadari dalam proses pembuatan laporan terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulis guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan laporan. Terakhir tidak lupa penulis mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan laporan dan proses dakwah kepada mad’u.

Comments (3) »